BERITA TERKINI
Dedi Mulyadi Nilai Aktivitas Cari Kayu Bakar Lebih Produktif bagi Anak Desa Dibanding Bermain Gawai

Dedi Mulyadi Nilai Aktivitas Cari Kayu Bakar Lebih Produktif bagi Anak Desa Dibanding Bermain Gawai

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti aktivitas anak-anak di pedesaan yang kerap mencari kayu bakar. Ia menilai kebiasaan tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan yang positif di tengah kecenderungan anak-anak menghabiskan waktu dengan gawai.

Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi melalui sebuah video yang diunggah di sejumlah akun media sosialnya pada Rabu (22/4/2026). Dalam video tersebut, ia tampak berada di dapur dan memasak dengan menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar utama.

“Ini suasana dapur saat memasak. Kayu bakar menjadi bahan utamanya,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia mengatakan penggunaan kayu bakar juga menjadi salah satu pilihan energi alternatif di tengah kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi. Namun, Dedi Mulyadi menyadari penggunaan kayu bakar dapat memunculkan spekulasi terkait dampak lingkungan, terutama kekhawatiran penebangan pohon dan gangguan terhadap kelestarian hutan.

Menanggapi hal itu, ia membantah bahwa penggunaan kayu bakar yang dimaksud adalah dengan menggunduli hutan atau menebang pohon. Menurutnya, kayu bakar dapat berasal dari ranting-ranting atau dahan kering yang sudah tidak terpakai.

“Bukan berarti menggunduli hutan, menebang pohon. Tapi, ranting-ranting yang kering atau dahan-dahan yang sudah tidak berguna lagi sehingga daripada berserakan mendingan digunakan kayu bakar,” terangnya.

Dedi Mulyadi menambahkan, pemanfaatan ranting dan dahan kering dinilai dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terlihat kumuh dan tidak terurus. Di sisi lain, ia menyebut langkah tersebut dapat menjadi upaya mengurangi ketergantungan pada gas sebagai sumber energi, terutama ketika harga elpiji nonsubsidi meningkat.

Berdasarkan laporan di laman resmi Pertamina Patra Niaga, harga LPG 5,5 kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp90 ribu hingga Rp117 ribu, kini naik menjadi sekitar Rp107 ribu hingga Rp134 ribu. Sementara LPG 12 kilogram yang sebelumnya Rp192 ribu hingga Rp249 ribu, tercatat menjadi Rp228 ribu hingga Rp285 ribu.