JAKARTA — Pasar ponsel harga Rp1 jutaan pada 2026 semakin ramai diburu pengguna yang ingin meningkatkan perangkat tanpa menguras anggaran. Sejumlah model terbaru di kelas entry level kini menawarkan spesifikasi yang sebelumnya identik dengan ponsel kelas menengah, mulai dari layar dengan refresh rate tinggi, baterai berkapasitas besar, hingga dukungan pengisian daya cepat.
Persaingan berbagai merek seperti Samsung, Poco, Realme, Infinix, Nubia, hingga Advan membuat segmen ini kian kompetitif. Beberapa perangkat juga disebut sudah cukup mumpuni untuk menjalankan gim populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, hingga Genshin Impact dengan pengaturan tertentu.
Di luar performa, sejumlah fitur yang dulu jarang ditemui di harga terjangkau juga mulai muncul, seperti kamera beresolusi tinggi, panel AMOLED, NFC, serta janji pembaruan sistem operasi jangka panjang. Kondisi ini membuat ponsel murah semakin dilirik untuk kebutuhan harian, bermain gim, hingga aktivitas media sosial.
Samsung Galaxy A07: opsi “aman” untuk pemakaian jangka panjang
Samsung Galaxy A07 menjadi salah satu model yang menonjol di kelas Rp1 jutaan. Perangkat ini disebut cocok untuk penggunaan jangka panjang karena Samsung memberikan dukungan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun.
Dari sisi performa, Galaxy A07 menggunakan chipset Helio G99 (fabrikasi 6nm) yang dinilai stabil untuk multitasking maupun bermain gim. Untuk layar, ponsel ini membawa panel 6,7 inci beresolusi HD Plus dengan refresh rate 90 Hz. Sektor kamera mengandalkan kamera utama 50 MP dan kamera depan 8 MP untuk kebutuhan foto sehari-hari dan media sosial.
Galaxy A07 juga dibekali baterai 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 25 watt, yang menjadi salah satu daya tariknya di segmen entry level.
Poco C85 dan Motorola G06 Power: fokus pada daya tahan baterai
Poco C85 hadir dengan layar 6,9 inci dan refresh rate 120 Hz. Ponsel ini ditenagai chipset Helio G81, dengan opsi RAM hingga 8 GB dan penyimpanan internal sampai 256 GB. Keunggulan utamanya terletak pada baterai 6.000 mAh yang didukung fast charging 33 watt, sehingga diarahkan untuk pengguna aktif maupun gamer kasual.
Motorola G06 Power juga menonjol berkat baterai berkapasitas besar 7.000 mAh yang disebut mampu bertahan lama untuk aktivitas harian maupun bermain gim. Perangkat ini turut membawa layar 120 Hz dan chipset Helio G81 Extreme untuk kebutuhan gim ringan hingga menengah.
Infinix dan Tecno: spesifikasi agresif di harga terjangkau
Infinix Hot 60i disebut menjadi salah satu ponsel Rp1 jutaan yang mencuri perhatian. Perangkat ini sudah menggunakan layar 120 Hz dan chipset Helio G81 Ultimate. Konfigurasinya menawarkan RAM hingga 8 GB dan penyimpanan 256 GB. Untuk pengisian daya, Infinix Hot 60i mendukung fast charging 45 watt serta reverse charging.
Sementara itu, Tecno Spark 30 Pro tampil agresif dengan panel AMOLED 120 Hz—fitur yang jarang hadir di kelas harga Rp1 jutaan. Ponsel ini menggunakan chipset Helio G100 dan membawa kamera utama 108 MP.
Dengan semakin banyaknya pilihan dan peningkatan spesifikasi di segmen ini, ponsel Rp1 jutaan pada 2026 menawarkan alternatif yang kian menarik bagi pengguna yang mengutamakan nilai, daya tahan, dan fitur modern dalam satu perangkat.