BERITA TERKINI
Kuliah Umum di Unissula, Kepala BRIN Tekankan Riset Dosen Harus Berdampak bagi Ekonomi dan Masyarakat

Kuliah Umum di Unissula, Kepala BRIN Tekankan Riset Dosen Harus Berdampak bagi Ekonomi dan Masyarakat

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Tengah menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Dr Arif Satria, pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penelitian Berdampak di Bidang Energi, Pangan dan Pengentasan Kemiskinan”.

Dalam kuliah umum itu, Arif menegaskan riset dan inovasi merupakan kunci untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menekankan peran dosen sebagai motor penggerak riset yang inovatif serta memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Arif juga mendorong agar riset dosen tidak berhenti pada publikasi. Menurutnya, hasil penelitian perlu diarahkan untuk memperkuat UMKM dan industri, sekaligus membuka peluang investasi melalui transfer teknologi. Salah satu strategi yang disoroti adalah percepatan adopsi teknologi dengan pendekatan reverse engineering, seperti yang dilakukan Tiongkok.

BRIN, lanjut Arif, membuka peluang kolaborasi riset dengan Unissula, termasuk dukungan pembiayaan bagi dosen untuk mengembangkan penelitian inovatif.

Ia menilai Indonesia tidak dapat terus bergantung pada sumber daya alam dan jumlah penduduk semata untuk menjadi negara maju. Inovasi, kata Arif, harus menjadi fondasi utama pembangunan. “Inovasi memiliki korelasi kuat dengan pertumbuhan ekonomi. Negara dengan indeks inovasi tinggi umumnya memiliki pendapatan per kapita yang tinggi,” ujarnya.

Arif menyebut posisi Indonesia dalam indeks inovasi global saat ini masih berada di kisaran peringkat 50-an dunia. Pemerintah menargetkan peningkatan peringkat tersebut agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain di kawasan, seperti Malaysia dan Thailand.

Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, Arif menambahkan, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten hingga 7 persen per tahun dengan dukungan riset dan inovasi di berbagai sektor. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan forecasting teknologi agar Indonesia dapat mengantisipasi perkembangan global.

Selain itu, Arif menyoroti perlunya penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, termasuk dalam pendanaan riset. Menurutnya, kontribusi sektor swasta terhadap riset di Indonesia masih perlu ditingkatkan agar ekosistem inovasi semakin kuat.

Sementara itu, Rektor Unissula Prof Dr Gunarto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi inisiator penting untuk mengarahkan riset dosen agar lebih berdampak bagi masyarakat. Ia menyebut arah penelitian di Unissula telah selaras dengan kebijakan BRIN, dengan fokus pada sektor energi, pangan, dan pengentasan kemiskinan.

“Seluruh penelitian dosen kami dorong agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Gunarto.

Gunarto menambahkan, Unissula terus memperkuat hilirisasi riset dengan menghasilkan sekitar 30 paten setiap tahun. Sejumlah inovasi telah dihasilkan, antara lain teknologi penyemprotan bawang merah yang dinilai lebih efisien serta produk berbasis riset lainnya.

Penguatan arah riset, lanjutnya, juga dilakukan bersama Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung untuk memastikan penelitian sesuai kebutuhan strategis. Dengan capaian peringkat Webometrics di kisaran 401 dunia, Unissula menyatakan optimistis dapat meningkatkan reputasi nasional dan internasional melalui penguatan riset dan inovasi.

Kuliah umum tersebut menjadi momentum untuk mengonsolidasikan dosen peneliti sekaligus memperkuat budaya riset inovatif di lingkungan kampus, guna mendukung pembangunan berkelanjutan pada sektor energi, pangan, dan pengentasan kemiskinan, khususnya di Jawa Tengah.