Siswa-siswi SMP Negeri 03 Lambitu Satu Atap di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini dapat mengakses internet di lingkungan sekolah setelah mendapat bantuan layanan dari Satelit Republik Indonesia-1 (Satria-1).
Bantuan akses internet tersebut diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Senin, 12 April 2026. Program Satria-1 berfokus menyediakan layanan internet gratis di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) sebagai upaya pemerataan digitalisasi di Indonesia.
Sebelum tersedianya layanan internet satelit di sekolah, para siswa harus naik ke atas bukit untuk mendapatkan sinyal agar bisa mengikuti kegiatan belajar-mengajar dan ujian berbasis internet. Kondisi ini disampaikan oleh Pengajar TIK SMPN 03 Lambitu Satu Atap, Andri Maulana.
“Kami dari SMPN 3 Lambitu Satu Atap ingin menceritakan bagaimana dulunya akses internet tidak ada di sekolah kami. Kita melakukan ujian dan kegiatan belajar mengajar yang berbasis internet, itu kita lakukan di bukit-bukit untuk mendapatkan akses internet,” kata Andri Maulana, dikutip pada Kamis, 16 April 2026.
Dalam sebuah video di akun @bimakini, terlihat belasan pelajar SMPN 03 Lambitu Satu Atap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di atas bukit. Kini, dengan hadirnya akses internet Satria-1, para siswa dapat terhubung ke internet dari ruang kelas tanpa harus mencari sinyal ke lokasi yang lebih tinggi.
Dengan akses internet yang tersedia di sekolah, kegiatan belajar-mengajar serta ujian berbasis internet diharapkan dapat berjalan lebih nyaman sehingga siswa bisa lebih fokus.
Para pelajar SMPN 03 Lambitu Satu Atap juga menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan penyediaan fasilitas akses internet yang telah diberikan kepada sekolah kami. Terima kasih Komdigi,” ujar mereka secara kompak.