Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pencapaian target Program Kampung Internet dengan mengadopsi dan mengimplementasikannya sebagai kebijakan di wilayah masing-masing. Dorongan ini disampaikan menyusul keterbatasan anggaran yang menjadi kendala dalam optimalisasi program perluasan layanan internet berbasis fiber optik.
Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Mulyadi, mengatakan Program Kampung Internet telah berjalan di sejumlah daerah dengan sasaran wilayah yang belum terlayani jaringan fiber optik. Ia menyampaikan hal tersebut di sela kunjungan jurnalis Kampung Internet di Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (22/4/2026).
Di Nusa Tenggara Barat (NTB), program ini disebut telah berjalan di empat desa, yakni Desa Setanggor, Desa Aik Bual, dan Desa Kuta di Lombok Tengah, serta Desa Jeruk Manis di Lombok Timur, dengan total ratusan penerima manfaat. Secara nasional, Komdigi mencatat terdapat 1.280 titik atau penerima manfaat.
Mulyadi menjelaskan, Program Kampung Internet merupakan upaya Komdigi memperluas cakupan layanan internet berbasis fiber optik agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih andal dan stabil, serta dinilai lebih terjangkau dibandingkan layanan internet mobile.
Dalam skema program, penerima manfaat memperoleh stimulus berupa iuran bulanan internet selama 6 bulan hingga 1 tahun. Namun, bantuan tersebut tidak diberikan langsung kepada penerima program, melainkan disalurkan kepada penyedia layanan internet. Menurutnya, mekanisme ini dimaksudkan agar penyedia layanan bersedia membuka akses internet fiber optik di wilayah sasaran.
Ia menyebut manfaat program telah dirasakan di berbagai sektor. Pelaku usaha memanfaatkan jaringan internet untuk kegiatan produktif, mulai dari jual beli online hingga pemasaran digital. Di bidang kesehatan dan pendidikan, layanan internet digunakan untuk kegiatan belajar mengajar serta layanan kesehatan digital. Pemerintah desa juga memanfaatkan konektivitas tersebut untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
Pada 2026, Komdigi berencana melanjutkan Program Kampung Internet di sejumlah provinsi, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat. Target tahun ini ditetapkan sebanyak 1.000 titik atau penerima manfaat, sebagai pelengkap dari capaian tahun sebelumnya.
Dengan tambahan tersebut, Komdigi menargetkan total penerima manfaat Program Kampung Internet dapat melampaui 2.280 titik. Sasaran program difokuskan pada pelaku usaha kecil menengah, pelaku wisata, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta fasilitas layanan umum lainnya.