BERITA TERKINI
Kodim 1015/Sampit Gelar Latihan Aplikasi Teritorial Karhutla untuk Uji Kesiapan Personel

Kodim 1015/Sampit Gelar Latihan Aplikasi Teritorial Karhutla untuk Uji Kesiapan Personel

SAMPIT – Kodim 1015/Sampit menggelar Latihan Aplikasi Teritorial Sistem Blok Terpilih Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk menguji kesiapan personel, perlengkapan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Latihan tersebut melibatkan unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi terkait, hingga pihak swasta. Pelibatan berbagai pihak ini ditujukan agar seluruh unsur penanganan bencana dapat bergerak cepat dan terkoordinasi saat Karhutla terjadi di lapangan.

Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan latihan. “Selaku Dandim 1015/Spt saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada BPBD Kabupaten Kotim dan manajemen PT BPP serta seluruh prajurit atas terselenggaranya Latihan Aplikasi Teritorial Sistem Blok Terpilih Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 dengan lancar dan aman sesuai dengan rencana,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Menurut Dwi Candra, latihan aplikasi teritorial menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan menghadapi potensi Karhutla, yang diperkirakan meningkat saat musim kemarau. “Tujuan diadakannya latihan ini yaitu untuk meyakinkan kesiapsiagaan personel dan alat perlengkapan serta materiel seluruh satuan TNI, badan, dinas, instansi terkait serta pihak swasta dalam penanggulangan bencana Karhutla di wilayah Kodim 1015/Spt Tahun 2026,” katanya.

Ia juga menyebut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menilai wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, berpotensi mengalami Karhutla di sejumlah daerah. Kondisi cuaca panas yang mulai terjadi, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.

“Bencana Karhutla selain berdampak pada kerusakan lingkungan, juga menimbulkan kerugian ekonomi, sosial dan tentunya kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Dalam latihan itu, peserta menerima materi penanganan Karhutla yang mencakup kesiapan personel, penggunaan perlengkapan dan materiel, koordinasi penanganan di lapangan, hingga pendampingan terhadap masyarakat terdampak bencana.

Dwi Candra menekankan pentingnya kepedulian, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan maksimal seluruh aparat di wilayah Kotim dalam menghadapi ancaman Karhutla. Ia meminta seluruh unsur terkait siap turun langsung ke lapangan dengan mengerahkan kemampuan terbaik agar upaya penanggulangan berjalan efektif.

“Kita harus memiliki kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang maksimal, terjun langsung di lapangan dengan mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran serta mengerahkan semua perlengkapan dan materiel yang dimiliki dalam penanggulangan bencana Karhutla agar pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien,” tandasnya.