Keterbatasan jaringan internet dan sarana prasarana masih menjadi kendala pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di wilayah pelosok Bondowoso. Di SDN Banyuwulu 2, satu siswa terpaksa mengulang ujian karena tidak dapat menyelesaikan soal berbasis daring akibat gangguan sinyal saat pelaksanaan TKA beberapa waktu lalu.
Guru SDN Banyuwulu 2, Fauzan Adima, pada Jumat (24/4/2026) mengatakan, dari delapan siswa yang mengikuti TKA, satu siswa bernama Muhammad Riski tidak bisa menuntaskan ujian sesuai waktu. Menurutnya, hal itu dipicu jaringan internet yang tidak stabil ketika ujian berlangsung.
Untuk pelaksanaan ujian, sekolah menggunakan perangkat yang tersedia. Fauzan menyebut, lima laptop berasal dari guru, sementara tiga perangkat lainnya dipinjam. Meski sekolah telah menyiapkan jaringan wifi, kualitas sinyal dinilai belum memadai sehingga siswa kesulitan mengakses soal yang harus dikerjakan secara online. “Sebelumnya sempat dicoba, tapi pas pelaksanaan trobel,” ujarnya.
Selain persoalan jaringan, keterbatasan perangkat juga menjadi hambatan. Sekolah disebut belum memiliki komputer yang memadai, meski telah merencanakan pembangunan laboratorium komputer. Bantuan chromebook juga belum diterima hingga saat ini. Namun, sekolah telah memanfaatkan monitor besar yang diterima untuk mendukung pembelajaran.
Kepala SDN Banyuwulu 2, Miskali, menambahkan bahwa kondisi bangunan sekolah turut memengaruhi proses belajar mengajar. Salah satu ruang kelas mengalami kerusakan akibat pergeseran pondasi yang menyebabkan dinding bagian atas retak parah. Akibatnya, kegiatan belajar siswa dialihkan ke ruang laboratorium.
Di sisi lain, akses menuju sekolah juga masih menjadi tantangan. Para siswa harus menempuh jalan berbatu dengan banyak tanjakan setiap hari. Sebagian besar siswa berjalan kaki sejauh ratusan meter hingga beberapa kilometer untuk sampai ke sekolah, sementara sebagian lainnya diantar orang tua.
Miskali menyebut pihak sekolah telah berupaya meningkatkan kualitas jaringan sebelum pelaksanaan TKA. Namun, ia menduga faktor geografis menjadi penyebab utama lemahnya sinyal di wilayah tersebut.