BERITA TERKINI
Kemkomdigi Percepat Program Kampung Internet untuk Perluas Konektivitas Desa hingga 2029

Kemkomdigi Percepat Program Kampung Internet untuk Perluas Konektivitas Desa hingga 2029

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengakselerasi program Kampung Internet untuk memperluas akses konektivitas digital hingga ke pelosok desa. Program ini tidak hanya ditujukan menghadirkan sinyal, tetapi juga menjadi fondasi penggerak ekonomi digital, pendidikan, serta layanan publik yang lebih inklusif.

Ketua Tim Relasi Media Direktorat Ekosistem Media Kemkomdigi, Astrid Ramadiah Wijaya, menyatakan internet kini telah bertransformasi menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, fokus program tidak berhenti pada tersedianya koneksi, melainkan bagaimana akses tersebut mendorong adopsi, menciptakan dampak ekonomi, dan membuka peluang baru bagi masyarakat desa. Pernyataan itu disampaikan dalam sesi media briefing di Swiss-Belcourt Lombok Hotel, Lombok Tengah, Selasa (21/04).

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, menjelaskan Kampung Internet menjadi bagian dari arah baru Indonesia Digital 2025–2029 dengan visi “Terhubung, Tumbuh, Terjaga”. Ia menyebut program ini mengakomodasi pilar “Terhubung” melalui penyediaan konektivitas yang berkualitas dan terjangkau.

Sepanjang 2025, Kemkomdigi mencatat telah membangun 1.282 titik akses di 22 desa yang tersebar di 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi. Alfreno menambahkan, pemerintah saat ini menekankan peralihan menuju meaningful connectivity, yakni konektivitas yang tidak hanya tersedia, tetapi juga relevan dan berdampak bagi aktivitas masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggandeng penyedia jasa internet (ISP) sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja lokal yang telah dilatih. Dengan skema ini, kebutuhan teknisi di lapangan diharapkan dapat dipenuhi dari daerah setempat, sehingga tidak selalu bergantung pada tenaga dari kota besar.

Untuk memicu terbentuknya ekosistem digital di pedesaan, pemerintah juga menerapkan strategi insentif. Melalui skema tersebut, pemerintah menanggung biaya langganan bagi UMKM dan fasilitas umum selama 6 hingga 12 bulan, sebagai upaya menunjukkan potensi pasar kepada penyelenggara telekomunikasi.

Kemkomdigi mencatat sekitar 70 persen penerima manfaat melanjutkan berlangganan secara mandiri setelah masa insentif berakhir. Kelanjutan itu dikaitkan dengan dampak ekonomi yang mulai dirasakan, antara lain pemanfaatan QRIS serta akses ke e-commerce yang berjalan lebih stabil.

Dari sisi infrastruktur, Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Mulyadi, menekankan pentingnya penetrasi fixed broadband berbasis fiber optik sebagai tulang punggung ekonomi digital. Kemkomdigi menargetkan sejumlah capaian pada 2029, meliputi jangkauan fiber optik ke 90 persen kecamatan, penetrasi internet rumah tangga 50 persen, kecepatan internet rata-rata 100 Mbps, serta keterjangkauan harga layanan dengan rasio maksimal 2,5 persen dari pendapatan per kapita masyarakat Indonesia pada 2029.

Untuk mendukung target tersebut, Kemkomdigi meluncurkan Telco Hub, sebuah platform yang menghubungkan tenaga instalatur lokal—termasuk lulusan SMK yang telah dilatih—dengan perusahaan fiber optik. Di tingkat desa, badan usaha milik desa (BUMDes) turut diberdayakan sebagai koordinator operasional dan pemasaran guna menjaga keberlanjutan layanan.

Program Kampung Internet dijalankan melalui kolaborasi Kemkomdigi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.