BERITA TERKINI
Kementerian Kebudayaan Vietnam Perkuat Propaganda Pemilu dan Bantah Disinformasi di Internet

Kementerian Kebudayaan Vietnam Perkuat Propaganda Pemilu dan Bantah Disinformasi di Internet

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam menyatakan akan terus memfokuskan pengarahan dan bimbingan kerja propaganda terkait pemilihan perwakilan Majelis Nasional dan Dewan Rakyat di semua tingkatan. Salah satu perhatian utama kementerian adalah upaya memerangi serta membantah informasi palsu dan menyimpang, terutama yang beredar di internet.

Wakil Menteri Tetap Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Lam Thi Phuong Thanh, mengatakan pada periode mendatang kegiatan propaganda akan mengikuti tahapan penting pemilihan. Tahapan itu mencakup pengumuman daftar resmi kandidat, penyelenggaraan kampanye pemilihan, pengenalan biografi dan program aksi kandidat, serta penyebaran prinsip dan prosedur pemilihan berikut hak dan kewajiban warga negara saat berpartisipasi dalam pemungutan suara.

Kementerian juga menargetkan terciptanya suasana antusiasme dan kepercayaan diri di kalangan pemilih di seluruh negeri, sekaligus mendorong partisipasi sukarela dalam pemungutan suara. Dalam pelaksanaannya, kementerian berkoordinasi dengan kementerian, departemen, dan daerah untuk menyelenggarakan kegiatan budaya dan seni yang memuji Partai, Presiden Ho Chi Minh, negara, dan rakyat Vietnam, sejalan dengan tugas propaganda pemilu.

Lam Thi Phuong Thanh turut menekankan pentingnya publikasi hasil pemilihan yang sukses, penguatan semangat solidaritas dan persatuan, serta penyelenggaraan kegiatan perayaan keberhasilan pemilu. Agenda yang disebutkan antara lain Sidang Pertama Majelis Nasional ke-16, Sidang Pertama Dewan Rakyat di semua tingkatan, serta festival propaganda keliling untuk merayakan keberhasilan Kongres Partai ke-14 dan pemilihan.

Menurut kementerian, penanganan informasi palsu dan menyimpang dilakukan sebelum dan selama pemilihan, dengan penekanan pada ruang digital. Pada saat yang sama, kementerian menegaskan kembali bahwa pemilihan dilaksanakan secara demokratis, adil, dan sesuai hukum, serta disebut sebagai “festival bagi seluruh bangsa”.

Sebelumnya, kementerian telah menerbitkan berbagai dokumen dan rencana guna memandu pekerjaan informasi dan propaganda pemilu. Seluruh sektor juga diarahkan untuk membimbing kantor berita dan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kegiatan visual, budaya, dan olahraga untuk merayakan Kongres Nasional Partai ke-14 bersamaan dengan propaganda pemilu.

Sejumlah kegiatan telah dilakukan, termasuk konferensi pelatihan daring nasional bagi jurnalis mengenai propaganda pemilu, pekan film untuk memperingati ulang tahun ke-80 Pemilu pertama (6 Januari 1946–6 Januari 2026), serta kompetisi pembuatan poster propaganda pemilu. Dari kompetisi tersebut dipilih 41 desain, kemudian dicetak dan didistribusikan sebanyak 34.000 eksemplar ke berbagai daerah. Berdasarkan arahan kementerian, sejumlah daerah juga memasang spanduk, poster, dan slogan di pusat kota, kantor instansi, serta kawasan permukiman untuk membangun suasana menjelang pemilu.

Kementerian menyebut sistem informasi akar rumput terus diperkuat, waktu siaran dan program tematik diperluas, serta propaganda visual melalui papan reklame dan layar LED ditingkatkan. Konten pemilihan juga diintegrasikan ke dalam pertemuan cabang partai, kegiatan di kawasan permukiman, dan aktivitas organisasi massa. Di wilayah minoritas etnis, propaganda dilakukan dalam bahasa etnis serta melalui kendaraan bergerak.

Untuk informasi eksternal, kementerian menerbitkan hampir 230 artikel berita dalam bahasa Vietnam yang diterjemahkan ke berbagai bahasa untuk memperkenalkan pemilu, dengan tujuan mempromosikan citra pemilu yang disebut demokratis, transparan, dan sah di Vietnam.

Dalam konferensi daring nasional tentang pelaksanaan pemilu pada 26 Februari di gedung Majelis Nasional di Hanoi—yang terhubung ke 34 lokasi tingkat provinsi dan 3.321 lokasi tingkat kecamatan—Ketua Majelis Nasional Tran Thanh Man selaku Ketua Dewan Pemilu Nasional menyampaikan apresiasi terhadap upaya kementerian serta lembaga terkait lainnya. Ia juga meminta agar kerja informasi dan komunikasi ditingkatkan, terutama di daerah dengan karakteristik khusus dan pada kelompok pemilih tertentu, serta mendorong penguatan peran pers pusat dan lokal sesuai pedoman Departemen Propaganda dan Mobilisasi Massa Pusat dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.