BERITA TERKINI
Kabel Bawah Laut AAE1 Rusak, Kapasitas Internet Internasional Vietnam Turun Sekitar 10%

Kabel Bawah Laut AAE1 Rusak, Kapasitas Internet Internasional Vietnam Turun Sekitar 10%

Kerusakan pada kabel serat optik bawah laut Asia-Africa-Europe 1 (AAE1) menyebabkan konektivitas internet internasional Vietnam kehilangan sekitar 10% dari kapasitasnya. Informasi tersebut disampaikan Departemen Telekomunikasi di bawah Kementerian Sains dan Teknologi.

Menurut keterangan departemen itu, segera setelah insiden terjadi, perusahaan telekomunikasi mengaktifkan rencana tanggap darurat dengan mengalihkan lalu lintas ke jalur kabel lain dan koneksi alternatif. Koordinasi antara operator jaringan domestik dan mitra internasional juga dilakukan dengan cepat, dan tidak ada gangguan layanan lokal yang tercatat.

Dalam beberapa tahun terakhir, infrastruktur konektivitas internasional Vietnam terus berkembang. Pengguna internet di Vietnam terhubung ke jaringan global melalui tiga jalur utama, yakni kabel serat optik bawah laut, kabel darat, dan internet satelit. Di antara ketiganya, kabel serat optik bawah laut disebut memainkan peran paling dominan.

Saat ini Vietnam memiliki enam kabel serat optik bawah laut, yaitu AAG, IA, AAE1, APG, ADC, dan SJC2. Dua kabel terbaru, ADC dan SJC2, telah mulai beroperasi dan disebut berkontribusi pada peningkatan kapasitas konektivitas internasional.

Untuk mengurangi ketergantungan pada kabel bawah laut, Vietnam juga menargetkan penguasaan kabel serat optik darat VSTN pada 2025. Kabel ini memiliki kapasitas desain 4 Tbps dan dapat diperluas hingga 12 Tbps. Dengan penguasaan tersebut, operator disebut dapat mengontrol seluruh proses, yang diharapkan membantu menekan risiko gangguan konektivitas internet internasional.

Data sejak 2022 hingga saat ini menunjukkan sistem kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Vietnam ke jaringan internasional telah mencatat hampir 40 insiden, dengan rata-rata sekitar 10 kegagalan per tahun. Pada suatu periode, empat dari lima jalur dilaporkan mengalami masalah secara bersamaan, yang menyebabkan penurunan tajam lalu lintas internasional.

Di sisi lain, Vietnam juga menyetujui program percontohan internet satelit. Pada pertengahan Februari, setelah prosedur yang diperlukan diselesaikan, Starlink dilaporkan resmi memperoleh lisensi untuk beroperasi di Vietnam. Namun, jadwal peluncuran dan harga untuk pasar domestik belum diumumkan.