BERITA TERKINI
Internet Terjangkau dan Pembangunan Perumahan Dinilai Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Internet Terjangkau dan Pembangunan Perumahan Dinilai Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Program internet murah dan pengembangan sektor perumahan dinilai dapat menjadi dua pilar penting untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Board of Advisors Prasasti sekaligus Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, menilai akses internet yang terjangkau dan merata berpotensi menjadi pengubah permainan bagi perekonomian nasional. Menurutnya, hal ini terutama akan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan produktivitas masyarakat.

Hashim menyebut biaya internet di Indonesia saat ini masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain di kawasan, sehingga membatasi pemanfaatan teknologi digital secara optimal. Ia menilai program internet rakyat yang mendorong akses internet murah dengan kecepatan tinggi dapat membuka potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi, terutama dari sisi konsumsi dan aktivitas usaha kecil. “Internet ini akan membawa terobosan dan potensinya sangat besar,” kata Hashim dalam keterangannya, Kamis (24/4).

Ia juga merujuk pada berbagai studi internasional yang menyebut peningkatan penetrasi internet memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Setiap kenaikan penetrasi sebesar 10% disebut dapat mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 0,7% hingga 1,3%.

Meski demikian, pemanfaatan internet di Indonesia dinilai masih belum optimal. Dari potensi pengguna sekitar 80% populasi, tingkat penggunaan riil disebut baru berada di kisaran 15%. “Yang benar-benar menggunakan internet secara produktif masih sekitar 15%, padahal potensinya jauh lebih besar,” ujarnya.

Hashim menyampaikan program internet rakyat saat ini telah memasuki tahap implementasi dengan melibatkan dua operator, yakni PT Solusi Sinergi Digital Tbk dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic). Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses internet ke seluruh Indonesia dengan biaya langganan mulai dari Rp 100.000 per bulan.

Selain digitalisasi, Hashim juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor perumahan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, sebagaimana terjadi di sejumlah negara. Ia menyebut pengalaman China, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura menunjukkan sektor properti dapat menjadi penggerak utama ekonomi dalam jangka panjang. “Perumahan menjadi salah satu driver pertumbuhan ekonomi di banyak negara,” katanya.

Di Indonesia, program pembangunan perumahan dalam skala besar dinilai memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga konsumsi. Hashim memperkirakan pembangunan 1 hingga 3 juta unit rumah per tahun berpotensi menambah pertumbuhan ekonomi sekitar 1% hingga 1,5%. “Kalau kita bangun jutaan unit rumah setiap tahun, dampaknya ke pertumbuhan ekonomi bisa signifikan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan digitalisasi melalui internet dan pembangunan perumahan dapat saling melengkapi untuk mendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas dan inklusif.