Pemadaman dan pembatasan internet berkepanjangan dilaporkan melanda Iran, memicu dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Gangguan tersebut disebut telah berlangsung hingga sekitar 1.200 jam, menjadikannya salah satu pemutusan akses digital terlama yang pernah terjadi.
Pembatasan jaringan dilakukan di tengah situasi yang memanas. Akibatnya, sebagian besar warga tidak dapat mengakses layanan online seperti biasanya. Aktivitas harian yang bergantung pada internet—mulai dari komunikasi hingga pekerjaan—ikut terganggu secara signifikan.
Dalam kondisi ini, masyarakat berupaya mencari berbagai cara agar tetap terhubung dengan dunia luar. Salah satu metode yang paling banyak digunakan adalah virtual private network (VPN), yang memungkinkan pengguna mengakses jaringan global dengan melewati pembatasan.
Namun, VPN tidak selalu ampuh. Pemerintah memperketat sistem penyaringan sehingga banyak layanan menjadi tidak stabil atau bahkan tidak dapat digunakan. Situasi tersebut mendorong warga mencoba alternatif lain, termasuk memanfaatkan jaringan tidak resmi, mengganti kartu SIM tertentu, hingga mencari akses internet melalui jalur terbatas yang hanya tersedia bagi kalangan tertentu.
Di sisi lain, akses internet dilaporkan diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar informal. Selain itu, muncul kebijakan akses khusus yang hanya diberikan kepada kelompok tertentu, seperti institusi atau profesi tertentu. Kebijakan ini memunculkan perdebatan karena dinilai tidak merata dan membatasi hak masyarakat umum untuk mendapatkan informasi.
Dampak pemadaman tidak hanya dirasakan pada komunikasi, tetapi juga pada sektor ekonomi. Sejumlah pelaku usaha berbasis digital mengalami penurunan aktivitas, bahkan terpaksa menghentikan operasional sementara akibat keterbatasan akses.
Warga juga menghadapi kesulitan berkomunikasi dengan keluarga atau kerabat di luar negeri. Informasi dari dalam negeri menjadi terbatas, menambah ketidakpastian di tengah masyarakat.
Meski terdapat upaya pembukaan akses secara terbatas, sebagian besar masyarakat dilaporkan masih belum dapat menikmati layanan internet secara normal. Hingga kini, belum ada kepastian kapan akses internet di Iran akan pulih sepenuhnya.