Kepala teknik Coinbase, Erik Reppel, menilai kemunculan agen kecerdasan buatan (AI) dapat mengubah cara internet menghasilkan uang, termasuk berpotensi menggerus model bisnis berbasis iklan yang selama ini dominan. Menurutnya, agen AI cenderung melewati iklan yang menjadi sumber pendapatan banyak situs web.
Berbicara di panggung Consensus Miami 2026, Reppel—pendiri protokol pembayaran x402 dan kepala rekayasa di Coinbase Developer Platform—mengatakan bahwa internet pada awalnya dirancang untuk interaksi manusia dengan situs web, bukan untuk perangkat lunak yang berinteraksi dengan perangkat lunak.
“Internet dirancang untuk digunakan oleh manusia,” kata Reppel. Ia menambahkan bahwa saat ini manusia dan komputer sama-sama beroperasi di internet, termasuk kondisi ketika “komputer mengoperasikan komputer.”
Reppel menjelaskan ekonomi web saat ini sangat bergantung pada pendapatan iklan yang muncul ketika manusia mengunjungi situs web dan melihat iklan. Namun, ia menilai agen AI tidak terikat pada mekanisme tersebut. “Agen tidak melihat iklan tersebut. Mereka hanya mengabaikan iklan tersebut sepenuhnya,” ujarnya.
Ia memperkirakan perubahan perilaku akses itu dapat mendorong internet menuju model monetisasi baru yang lebih mengandalkan pembayaran digital asli, khususnya micropayment yang didukung stablecoin. Reppel memberi contoh pendekatan berbeda berdasarkan jenis pengunjung: “Jika seorang manusia mengunjungi sebuah situs web, tampilkan iklan kepada mereka. Jika seorang agen mengunjungi sebuah situs web, kenakan biaya lima sen,” katanya.
Dalam konteks itu, Reppel memaparkan x402 sebagai protokol pembayaran terbuka yang memanfaatkan kode status HTTP 402 “Payment Required” yang selama ini jarang digunakan. Protokol tersebut, menurutnya, dirancang agar agen AI dapat melakukan pembayaran otomatis untuk API, konten, dan layanan digital melalui jalur kripto.
Reppel juga menyebut kemunculan sistem AI otonom—yang ia sebut sebagai “ekonomi agen”—berpotensi menciptakan pasar baru yang besar untuk pembayaran berbasis internet. Ia mengutip proyeksi yang memperkirakan sektor tersebut dapat tumbuh menjadi US$3 triliun hingga US$5 triliun dalam empat tahun.
Pernyataan Reppel sejalan dengan upaya yang lebih luas di industri kripto untuk memposisikan stablecoin dan pembayaran berbasis blockchain sebagai infrastruktur dasar perdagangan yang didorong oleh AI. “Agen benar-benar adalah peramban masa depan,” katanya.