BERITA TERKINI
Indosat di Sidang MK: Penyeragaman Paket Internet Dinilai Berisiko Rugikan Pelanggan dan Dorong Tarif Naik

Indosat di Sidang MK: Penyeragaman Paket Internet Dinilai Berisiko Rugikan Pelanggan dan Dorong Tarif Naik

JAKARTA — Indosat menilai penyeragaman model layanan internet berpotensi merugikan pelanggan dan mendorong kenaikan tarif, terutama bagi pengguna paket murah dengan masa berlaku tertentu. Pandangan itu disampaikan dalam persidangan uji materi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (4/5/2026).

VP Head of Prepaid Product and Pricing Strategy Indosat, Nicholas Yulius Munandar, menyatakan dampak paling signifikan jika permohonan dikabulkan justru dapat dirasakan pelanggan, khususnya mereka yang selama ini mengandalkan layanan berbatas waktu yang lebih terjangkau.

Indosat menilai layanan internet tidak dapat disusun dengan pendekatan tunggal karena kebutuhan masyarakat yang beragam. Menurut Nicholas, kondisi tersebut menunjukkan layanan data internet tidak bisa dirancang hanya dengan satu model yang seragam.

Dari sisi preferensi pelanggan, Indosat memaparkan mayoritas pengguna masih memilih paket internet dengan masa berlaku tertentu. Berdasarkan data per 31 Maret 2026 yang disebutkan terlampir dalam dokumen, 95 persen pelanggan paket internet Indosat memilih paket non-rollover, sedangkan 5 persen memilih paket rollover.

Perusahaan juga menilai dorongan penyeragaman layanan berbasis kuota tanpa batas waktu berpotensi merugikan berbagai segmen pelanggan. Indosat menyebut aspirasi untuk menyeragamkan model layanan berbasis volume tanpa parameter waktu demi memenuhi kebutuhan satu segmen pelanggan dikhawatirkan berdampak pada segmen lainnya.

Terkait wacana layanan berbasis volume tanpa batas waktu, Indosat menilai model tersebut berisiko bagi pengelolaan jaringan dan dapat mendorong perubahan struktur tarif. Menurut Indosat, operator harus menyediakan kapasitas untuk jangka waktu yang tidak dapat diprediksi, yang pada akhirnya memengaruhi perencanaan kapasitas serta pengelolaan jaringan secara keseluruhan.

Dalam persidangan, Indosat juga menanggapi istilah “kuota hangus” dan menyebut istilah itu tidak tepat. Perusahaan menegaskan kapasitas jaringan telah disediakan dan tetap dapat diakses selama masa layanan berlangsung, serta sisa kuota yang tidak terpakai tidak berpindah ke mana pun, baik ke Indosat maupun ke pelanggan lain.

Menurut Indosat, yang berakhir adalah hak akses pelanggan terhadap kapasitas jaringan sesuai jangka waktu yang disepakati, bukan hilangnya hak milik. Indosat juga menegaskan batas waktu dalam paket internet bukan ketentuan tersembunyi karena informasi tersebut disampaikan secara terbuka kepada pelanggan sejak awal sebelum berlangganan.