BERITA TERKINI
IHSG Terkoreksi di Kuartal I 2026, Investor Domestik Bertambah dan Aplikasi Saham Jadi Sorotan

IHSG Terkoreksi di Kuartal I 2026, Investor Domestik Bertambah dan Aplikasi Saham Jadi Sorotan

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi lebih dari 13,8% secara year to date (YTD) hingga 21 April 2026. Dalam periode kuartal I 2026, pelemahan pasar disebut dipengaruhi faktor geopolitik di Selat Hormuz serta rebalancing MSCI. Meski demikian, fundamental sejumlah saham berkapitalisasi besar (blue-chip) dinilai tetap solid.

Di tengah koreksi tersebut, investor domestik disebut tidak hanya bertahan, tetapi juga melakukan akumulasi aset. Jumlah investor tercatat menembus 20,32 juta single investor identification (SID), atau naik 37%.

Seiring meningkatnya partisipasi investor, perhatian juga mengarah pada pemilihan aplikasi investasi saham. Platform digital kini tidak lagi sekadar melayani transaksi ekuitas, melainkan berkembang menjadi layanan multi-aset yang memungkinkan diversifikasi portofolio dalam satu aplikasi.

Dalam materi yang beredar, salah satu aplikasi yang disorot adalah Pluang. Platform ini disebut menyediakan akses ke beragam instrumen, mulai dari saham Indonesia dan saham/ETF Amerika Serikat, aset kripto dan crypto futures, logam mulia, hingga reksa dana.

Untuk saham, Pluang disebut menawarkan akses ke lebih dari 950 emiten di Bursa Efek Indonesia (IDX) serta lebih dari 650 saham/ETF Wall Street. Fitur yang disebut tersedia antara lain perdagangan 24 jam untuk bursa AS (Senin–Sabtu), leverage hingga 4x, serta instrumen Options.

Pada aset kripto, platform tersebut mengklaim menyediakan lebih dari 600 koin, serta fasilitas leverage hingga 25x pada Crypto Futures. Sementara untuk komoditas, disebut tersedia pilihan seperti emas digital, PAXG, XAUT, XAUTUSDT-PERP, GLD, serta eksposur perak melalui ETF SLV dan tembaga melalui ETF COPX.

Di segmen reksa dana, Pluang disebut menawarkan lebih dari 80 produk dengan modal awal Rp100.000, mencakup reksa dana pasar uang hingga reksa dana saham.

Aspek biaya transaksi juga menjadi perhatian bagi investor, terutama pemula. Dalam paparan tersebut, biaya pembelian saham umumnya disebut berada di kisaran 0,10%–0,15%, sedangkan biaya penjualan lebih tinggi pada 0,20%–0,25% karena adanya PPh final 0,1%. Karena itu, promo biaya transaksi 0% dinilai dapat membantu menekan biaya.

Selain biaya, layanan pelanggan disebut menjadi faktor penting ketika pasar bergejolak dan aktivitas transaksi meningkat. Respons cepat melalui live chat atau telepon dinilai dapat membantu mengatasi kendala seperti error sistem, order gagal, hingga isu penarikan dana.

Berikut lima aplikasi yang disebut sebagai rekomendasi berdasarkan fitur, biaya, dan legalitas:

1. Pluang
Pluang disebut telah digunakan lebih dari 12 juta pengguna dan menawarkan ekosistem multi-aset dengan akses ke lebih dari 2.000 produk investasi, termasuk crypto, saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, logam mulia, reksa dana, serta produk derivatif seperti crypto perps dan options saham AS. Dalam materi tersebut, Pluang disebut berizin dan diawasi Bappebti, OJK, dan BI. Untuk layanan saham Indonesia, Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai perusahaan efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Disebut pula adanya promo biaya trading 0%, top up via RDN BCA dan Bank Jago tanpa minimum deposit, serta fitur analisis seperti charting, stock screener, dan data finansial. Materi tersebut juga mencantumkan catatan risiko bahwa harga saham dapat berfluktuasi sehingga perlu disesuaikan dengan profil risiko.

2. M-Stock (Mirae Asset Sekuritas)
Aplikasi ini disebut dirancang untuk trader aktif, dengan mode tampilan Lite dan Pro. Keunggulan yang disebut meliputi alat analisis teknikal, grafik waktu nyata, pelaporan detail, serta eksekusi pesanan berkecepatan tinggi.

3. BCA Sekuritas
Platform ini disebut mengandalkan reputasi Grup BCA dan ditujukan bagi nasabah yang mencari keamanan transaksi. Fitur yang disorot adalah Automatic Order untuk mengatur stop loss dan take profit secara otomatis.

4. Trimegah (Trima+)
Trimegah disebut menanamkan rekomendasi analisis langsung ke aplikasi. Keunggulan yang disebut antara lain fitur Alert Saham Pilihan Analyst dan fitur eksekusi otomatis lanjutan, yang dinilai cocok untuk swing trader.

5. MNC Sekuritas (MotionTrade)
Aplikasi ini disebut menyediakan akses ke ribuan saham IDX dan mendukung eksekusi aksi korporasi seperti waran dan HMETD, serta didukung publikasi riset dari MNC Research.

Materi tersebut juga menekankan pentingnya edukasi dan simulasi sebelum menempatkan modal besar. Sejumlah platform dinilai menyediakan data untuk meninjau kinerja emiten di masa lalu saat menghadapi kondisi krisis, sehingga investor dapat menguji strategi tanpa menanggung kerugian riil.

Untuk alur penggunaan aplikasi, contoh langkah yang dipaparkan mencakup registrasi dan verifikasi untuk mengaktifkan Rekening Dana Nasabah (RDN), melakukan top up dari rekening pribadi, mengeksekusi pembelian saham melalui pencarian ticker, hingga menjual saham melalui portofolio. Disebut pula bahwa dana penjualan dapat ditarik setelah penyelesaian (T+2 hari bursa).

Di tengah koreksi IHSG, narasi yang berkembang menyebut pasar berada dalam fase “diskon” dan membutuhkan eksekusi yang presisi. Namun, investor tetap diingatkan untuk mempertimbangkan risiko dan menyesuaikan keputusan investasi dengan tujuan serta profil risikonya.