BERITA TERKINI
IHSG Terkoreksi 13,8%, Minat IPO Masih Tinggi: Ini Sejumlah Aplikasi untuk Beli Saham bagi Pemula

IHSG Terkoreksi 13,8%, Minat IPO Masih Tinggi: Ini Sejumlah Aplikasi untuk Beli Saham bagi Pemula

Jakarta—Di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 13,8%, aktivitas sektor riil di pasar modal Indonesia disebut tetap menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 53 rencana penawaran umum yang masuk antrean hingga April 2026. Dari jumlah itu, 15 di antaranya merupakan rencana penawaran umum perdana (IPO) saham yang didominasi perusahaan besar dari sektor infrastruktur, teknologi, dan keuangan, dengan aset di atas Rp250 miliar.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan minat perusahaan untuk melakukan ekspansi melalui pasar modal masih kuat, meski situasi makro bergejolak akibat faktor geopolitik global. Selain itu, disebutkan kehadiran Danantara dengan potensi pendapatan dividen Rp140 triliun dapat menjadi bantalan fiskal dan moneter tambahan bagi pasar saham.

Dari sisi persepsi global, Indonesia juga disebut tetap mempertahankan status Secondary Emerging Market dari FTSE Russell, yang dipandang sebagai sinyal kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi nasional. Dengan pipeline IPO di sektor strategis, koreksi harga yang terjadi disebut sebagai fenomena teknis, sementara ekonomi Indonesia dinilai tetap berada di jalur pertumbuhan di tengah tantangan geopolitik.

Seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi, pemilihan aplikasi transaksi saham menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan, terutama bagi pemula yang membutuhkan akses, informasi, dan fitur pemantauan yang mudah digunakan. Berikut rangkuman sejumlah aplikasi yang disebut dalam data, beserta fitur dan catatan risikonya.

1. Pluang

Pluang menawarkan ekosistem multi-aset dan disebut telah digunakan lebih dari 12 juta pengguna. Dalam satu aplikasi, pengguna dapat mengakses lebih dari 2.000 produk investasi, mulai dari crypto, saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, logam mulia (emas, silver, tembaga), reksa dana, hingga produk derivatif seperti crypto perps dan options saham AS.

Untuk saham Indonesia, Pluang menyediakan akses ke 950+ saham. Aplikasi ini juga menghadirkan fitur analisis “Pro” seperti charting modern, stock screener, dan data finansial untuk membantu pengambilan keputusan. Disebutkan pula adanya promo biaya transaksi 0% dan opsi investasi tanpa minimum deposit, dengan top up melalui Rekening Dana Nasabah (RDN) BCA dan Bank Jago.

Dalam keterangannya, Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, serta berada dalam pengawasan OJK. Namun, investasi saham tetap memiliki risiko fluktuasi harga sehingga pengguna perlu menyesuaikan dengan profil risiko.

2. MNC Sekuritas (MotionTrade)

MotionTrade merupakan platform online trading untuk perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk akses ke aksi korporasi rights issue (HMETD) serta instrumen warrants/waran terstruktur. Layanan tersedia melalui web dan aplikasi seluler.

Fitur yang disebut mencakup akses ke 1.000+ saham IDX, rights, dan warrants, tampilan Lite & Pro, data real-time, serta konten riset/berita dari MNC Research. Catatan risikonya, investasi saham berpotensi fluktuatif, sementara rights dan waran terstruktur memiliki karakteristik dan risiko tersendiri sehingga investor disarankan memahami ketentuan, biaya, dan implikasi pajak sebelum bertransaksi.

3. Mandiri Sekuritas (Growin’)

Growin’ adalah platform investasi dari Mandiri Sekuritas untuk transaksi saham Indonesia, sekaligus menyediakan akses reksa dana dan obligasi dalam satu ekosistem digital. Akses disebut tersedia melalui aplikasi mobile, web, serta integrasi di Livin’ by Mandiri.

Salah satu fitur yang disorot adalah fasilitas Trade Now, Pay Later yang memungkinkan peminjaman hingga 2,8× dari net cash dan 1,81× dari nilai portofolio. Meski demikian, penggunaan fasilitas marjin menimbulkan kewajiban pembiayaan dan tunduk pada syarat dan ketentuan, sehingga nasabah perlu memahami ketentuan serta profil risikonya.

4. IPOT (Indo Premier)

IPOT merupakan platform investasi untuk perdagangan saham dan instrumen pasar modal melalui web dan aplikasi seluler. Fitur yang disebut meliputi eksekusi real-time dengan otomatisasi RoboTrading, charting, indikator teknikal, auto-orders, serta fitur chat.

IPOT juga menyediakan dukungan untuk saham, ETF, reksa dana, dan obligasi. Disebutkan pula fee trading sebesar 0,14%++. Pengguna tetap disarankan memahami risiko pasar, termasuk fluktuasi harga saham/ETF dan risiko suku bunga obligasi, serta meninjau biaya transaksi dan kewajiban pajak yang berlaku.

5. Trimegah (Trima+)

Trima+ adalah platform investasi dari Trimegah yang menyediakan perdagangan saham dan instrumen pasar modal melalui web dan aplikasi seluler. Fitur yang disebut antara lain alert saham pilihan analis, AMO, dan market news, serta dukungan untuk saham, reksa dana, dan obligasi.

Platform ini disebut menyasar investor ritel, institusi, maupun trader yang membutuhkan rekomendasi analis serta tipe order seperti market, trailing stop, dan advanced. Catatan risikonya tetap sama: investasi saham berisiko fluktuasi harga, obligasi berisiko suku bunga, dan pengguna perlu memperhatikan biaya serta ketentuan pajak.

Valbury Sekuritas (KB ARA)

Selain lima aplikasi di atas, data juga memuat Valbury Sekuritas, platform milik PT KB Valbury Sekuritas yang berfokus pada perdagangan saham Indonesia melalui ekosistem digital. Aplikasi tersedia di Android, iOS, dan web.

Fitur yang disebut mencakup limit order, trailing stop, bracket order, TP/SL, serta fasilitas margin, dengan akses penuh ke saham IDX. Catatan risikonya, investasi saham tetap berisiko fluktuasi harga dan investor perlu memahami biaya, ketentuan pajak, serta profil risiko pribadi sebelum bertransaksi.

Langkah membeli saham Indonesia melalui Pluang

Dalam data yang tersedia, cara membeli saham Indonesia di Pluang dijelaskan sebagai berikut: pengguna membuka aplikasi dan memastikan akun serta saldo RDN mencukupi, lalu mencari saham berdasarkan kode atau nama perusahaan. Setelah masuk ke halaman transaksi, pengguna memilih opsi beli, menentukan jumlah (berdasarkan lot atau nominal), memilih tipe order (limit atau market), kemudian mengonfirmasi pesanan hingga saham masuk ke portofolio setelah tereksekusi.

Di tengah koreksi IHSG, antrean IPO yang masih ramai menjadi salah satu indikator aktivitas pasar modal yang tetap berjalan. Namun, apa pun platform yang digunakan, investor tetap perlu memahami karakteristik instrumen, biaya transaksi, ketentuan pajak, serta risiko fluktuasi harga sebelum mengambil keputusan.