BERITA TERKINI
Google sepakati penggunaan model AI oleh Pentagon, rincian kontrak belum diungkap

Google sepakati penggunaan model AI oleh Pentagon, rincian kontrak belum diungkap

Google menandatangani kesepakatan yang memungkinkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menggunakan model kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan tersebut untuk kepentingan pemerintah yang dinilai sah secara hukum.

Laporan yang dikutip dari siaran Engadget pada Selasa waktu setempat menyebut kabar ini pertama kali diungkap oleh The Information. Namun, rincian lengkap kontrak disebut masih dirahasiakan.

Berdasarkan keterangan sumber anonim di internal perusahaan, kedua pihak disebut menyepakati bahwa teknologi AI Google tidak boleh digunakan untuk pemantauan warga secara massal maupun untuk senjata otonom tanpa pengawasan dan kendali manusia yang memadai. Meski demikian, laporan itu juga menyebut kontrak tersebut tidak memberikan hak bagi Google untuk mengontrol atau memveto keputusan pemerintah terkait penggunaan teknologi tersebut.

Juru bicara Google menyatakan perusahaan menilai penyediaan akses API terhadap model komersialnya, termasuk melalui infrastruktur Google, sebagai pendekatan yang bertanggung jawab untuk mendukung keamanan nasional. Google juga menegaskan pandangannya bahwa AI tidak seharusnya digunakan untuk pemantauan massal atau persenjataan otonom tanpa pengawasan manusia yang layak.

Di sisi lain, hampir 600 karyawan Google dilaporkan menandatangani surat terbuka kepada CEO Sundar Pichai untuk mendesak perusahaan agar tidak membuat kesepakatan serupa dengan Pentagon. Mereka menyuarakan kekhawatiran bahwa teknologi tersebut dapat digunakan dengan cara yang tidak manusiawi atau menimbulkan dampak berbahaya.

Dalam surat itu, para pegawai menyatakan penyalahgunaan teknologi yang turut mereka bangun dapat menyebabkan hilangnya nyawa manusia dan mengancam kebebasan sipil. Mereka juga menilai AI berpotensi memusatkan kekuasaan serta tetap memiliki kemungkinan melakukan kesalahan.

Google disebut bergabung dengan perusahaan teknologi lain seperti OpenAI dan xAI yang sebelumnya juga dikabarkan memiliki kontrak AI rahasia dengan pemerintah Amerika Serikat. Sementara itu, Anthropic dilaporkan pernah menjalin kerja sama serupa, tetapi menolak permintaan pemerintah untuk menghapus perlindungan terkait senjata dan pengawasan. Penolakan tersebut disebut berujung pada dihentikannya penggunaan layanan Anthropic di lingkungan federal AS.

Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai cakupan penggunaan model AI Google dalam kontrak tersebut maupun nilai kerja sama yang disepakati.