BERITA TERKINI
Dwinita Larasati Raih Dua Hibah Riset 2026: Kelola Jejaring Kota Desain UNESCO dan Kembangkan Bio Nano AI untuk Pascapanen

Dwinita Larasati Raih Dua Hibah Riset 2026: Kelola Jejaring Kota Desain UNESCO dan Kembangkan Bio Nano AI untuk Pascapanen

Executive Committee Indonesia Creative Cities Network sekaligus Ketua Program Studi Magister Desain FSRD ITB, Dwinita Larasati, meraih dua hibah riset pada 2026, masing-masing melalui skema internasional dan nasional. Dua hibah ini mengusung tema penguatan ekosistem desain dalam jejaring UNESCO serta pengembangan inovasi lintas disiplin untuk sektor pascapanen.

Pada skema Riset Internasional ITB 2026, Dwinita bersama tim lintas fakultas dan sekolah di Institut Teknologi Bandung memperoleh hibah berjudul “Potensi Ekosistem Desain dalam Pengelolaan Jejaring Kota Desain UNESCO.” Penelitian ini melibatkan kolaborasi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), serta Fakultas Teknologi Industri (FTI), dengan keterlibatan mahasiswa magister dan doktoral FSRD ITB.

Dari sisi kemitraan global, riset tersebut didukung Queretaro UNESCO City of Design serta jejaring kota desain dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Dwinita menyampaikan penelitian ini akan mengeksplorasi pengelolaan ekosistem ekonomi kreatif pada tingkat lokal yang dinilai dapat berdampak pada percepatan pembangunan kota dan kabupaten kreatif. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 16 April 2026.

Riset internasional tersebut dipandang sebagai penguatan peran desain dalam pengembangan kota, sekaligus memperluas jejaring internasional dan pengelolaan inovasi berbasis pengetahuan dalam konteks global. Penelitian ini juga diharapkan memperkaya wacana dan memberi kontribusi bagi penguatan ekosistem desain dari tingkat lokal hingga internasional.

Selain hibah internasional, Dwinita juga tergabung dalam tim penerima hibah riset nasional melalui skema Program Prioritas dan Strategis – Ajakan Industri (multi year). Riset ini merupakan kolaborasi antara ITB dan Surplus Indonesia dengan topik “Bio Nano AI Design for Postharvest.”

Dwinita menjelaskan riset nasional tersebut mengedepankan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan desain, bioteknologi, nanoteknologi, kecerdasan artifisial, serta teknologi penginderaan jauh. Ia menyebut kolaborasi ini diarahkan untuk implementasi langsung pada sektor industri dan bisnis, sekaligus menjawab peran perkembangan teknologi dalam meningkatkan nilai komoditas pascapanen.