BERITA TERKINI
Dugaan Penipuan Berkedok MiChat di Banda Aceh Mencuat, Korban Diintimidasi hingga Diperas Rp1 Juta

Dugaan Penipuan Berkedok MiChat di Banda Aceh Mencuat, Korban Diintimidasi hingga Diperas Rp1 Juta

Kasus dugaan penipuan dan pemerasan di kawasan Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, mencuat setelah adanya laporan dari sebuah akun anonim yang dikirim melalui pesan langsung ke akun Instagram resmi Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh.

Laporan tersebut mengungkap dugaan keberadaan komplotan yang disebut telah beroperasi hampir tiga tahun dengan memanfaatkan aplikasi kencan daring untuk menjebak korban. Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan informasi awal menyebut para pelaku menggunakan aplikasi MiChat untuk mencari target dengan menawarkan layanan “booking online”.

Namun, korban yang datang ke lokasi pertemuan justru diduga masuk dalam perangkap. Setibanya di tempat yang ditentukan, korban disebut diintimidasi dan dipaksa menyerahkan uang. Nominal yang diminta bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1 juta.

Dalam laporan itu, pelaku juga diduga mengancam korban yang menolak membayar dengan menyebut akan memanggil rekan laki-laki untuk melakukan kekerasan atau pengeroyokan. Tekanan tersebut membuat korban memilih menyerahkan uang.

Kasus ini disebut belum banyak terungkap meski diduga sudah memakan banyak korban. Salah satu penyebabnya, korban enggan melapor secara resmi karena merasa malu dengan latar belakang peristiwa tersebut. Kondisi itu diduga dimanfaatkan pelaku untuk terus mencari korban baru.

Muhammad Rizal menyatakan pihaknya masih mendalami laporan yang masuk dan belum memeriksa saksi secara langsung. Ia mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap tawaran mencurigakan di aplikasi kencan maupun media sosial, serta tidak mudah tergiur dan tidak sembarangan memberikan informasi pribadi maupun uang kepada orang yang tidak dikenal.