Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika resmi meluncurkan aplikasi pendidikan digital PAPEDA KOP 1 dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Peluncuran berlangsung di SD Inpres Koperapoka 1, Jalan Ahmad Yani, Sabtu (2/5/2026).
Acara tersebut dihadiri Kepala Disdik Mimika Antonius Welerubun, S.IP., bersama jajaran staf, kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Antonius menekankan pentingnya digitalisasi di dunia pendidikan seiring perkembangan teknologi. Ia menyatakan transformasi digital menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
PAPEDA KOP 1 disebut sebagai langkah Disdik Mimika untuk mendigitalisasi sekolah-sekolah di wilayah tersebut. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan guru dan siswa mengakses materi pembelajaran secara terintegrasi.
Sejumlah fitur yang disiapkan dalam aplikasi itu meliputi profil sekolah, data guru, absensi digital (Sahadir), perangkat pembelajaran, hingga sistem supervisi guru.
Antonius juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan aplikasi. Ia berharap PAPEDA KOP 1 dapat memperkaya pengalaman belajar siswa sekaligus membantu guru menerapkan metode pembelajaran yang lebih modern.
Pihak sekolah dalam kesempatan yang sama melaporkan keberhasilan sejumlah program unggulan, termasuk tes kemampuan akademik yang dilaksanakan pada 20–23 April 2026. Evaluasi tersebut disebut bertujuan memastikan kualitas pendidikan di sekolah terus berkembang.
Perwakilan sekolah menyampaikan bahwa SD Inpres Koperapoka 1 tidak hanya menitikberatkan pendidikan pada aspek intelektual, tetapi juga pada pengembangan bakat, karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan diterapkannya PAPEDA KOP 1, sekolah menyatakan komitmen untuk menjadi contoh penerapan pendidikan berbasis digital di Mimika. Aplikasi ini diharapkan turut meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas manajemen pendidikan, sekaligus mendukung kesiapan generasi masa depan.
Peringatan Hardiknas 2026 di Mimika pun menjadi momentum bagi dunia pendidikan setempat untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dalam mendorong pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan.