Ambisi Meta untuk memperkuat bisnis kecerdasan buatan (AI) melalui akuisisi startup AI Manus menghadapi hambatan. Pemerintah China secara resmi meminta perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu membatalkan rencana pembelian tersebut.
Rencana akuisisi Manus AI oleh Meta disebut bernilai 2 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 33,8 triliun. Kesepakatan ini pertama kali diumumkan pada 29 Desember 2025, namun setelah berjalan sekitar empat bulan, otoritas China meminta prosesnya dihentikan.
Pada awal pekan ini, lembaga perencana negara China, National Development and Reform Commission, secara tegas meminta Meta dan Manus menarik kembali kesepakatan. Otoritas China menyatakan keputusan itu diambil sesuai regulasi yang berlaku, meski tidak merinci alasan spesifik di balik permintaan pembatalan tersebut.
Manus dikenal sebagai startup yang mengembangkan agen AI serbaguna untuk menjalankan berbagai tugas kompleks, mulai dari riset pasar, pemrograman (coding), hingga analisis data tanpa perlu intervensi manusia. Produk yang dirilis pada Maret tahun lalu sempat disebut sebagai pesaing baru DeepSeek.
Perusahaan ini awalnya didirikan di China oleh Xiao Hong dan Tao Zhang, sebelum memindahkan operasionalnya ke Singapura. Langkah semacam ini kerap disebut “Singapore-washing”, yakni strategi sejumlah startup untuk menghindari tekanan regulasi dari Beijing sekaligus membuka akses ke investor global.
Namun, perpindahan operasional itu tidak menghentikan perhatian pemerintah China, yang belakangan disebut semakin agresif menjaga talenta dan teknologi AI tetap berada di dalam negeri. Di sisi lain, Amerika Serikat juga memiliki aturan ketat yang membatasi investasi ke perusahaan AI yang berakar dari China, sehingga rencana akuisisi ini sejak awal menjadi sorotan.
Manus juga tengah menjadi perhatian karena pertumbuhannya yang cepat. Setelah agen AI-nya viral, Manus mengklaim telah mencapai pendapatan tahunan berulang (annual recurring revenue/ARR) sebesar 100 juta dollar AS, atau sekitar Rp 1,69 triliun, hanya dalam delapan bulan sejak peluncuran produk. Capaian tersebut membuat Manus disebut-sebut sebagai salah satu startup AI dengan pertumbuhan tercepat yang menembus ARR 100 juta dollar AS.