Bupati Garut, Jawa Barat, Abdusy Syakur Amin, memimpin rapat koordinasi pengembangan aplikasi Sagarut yang digelar di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota. Aplikasi tersebut dirancang untuk mengukur respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat sekaligus menjadi pusat layanan digital terpadu.
Dalam rapat itu, Bupati menekankan pentingnya dokumentasi dan pengukuran kinerja program pemerintah secara transparan. Ia menyebut selama ini banyak program pembangunan maupun penanganan masalah yang telah dilakukan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), namun tidak terdokumentasi atau terukur secara terbuka di mata publik.
“Ketika masyarakat menuntut dan kita sudah kerjakan, tidak semua tahu. Dengan aplikasi ini, kita punya mekanisme secara transparan untuk melihat SKPD melakukan evaluasi serta mengantisipasi supaya hal tersebut tidak terjadi lagi,” kata Abdusy Syakur Amin.
Meski menargetkan digitalisasi penuh, ia meminta masyarakat bersabar karena proses pengembangan dilakukan bertahap. Tahapan tersebut dimulai dari penguatan layanan administrasi publik hingga rencana digitalisasi tiket atau e-ticketing.
“Digitalisasi adalah keinginan kita semua. Namun kami memutuskan untuk melakukannya secara bertahap agar hasilnya maksimal. Kami berharap melalui Sagarut, harapan masyarakat akan pelayanan publik yang prima dapat terpenuhi dan terukur,” ujarnya.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menambahkan bahwa rencana pengembangan tahun kedua Sagarut akan berfokus pada pelayanan publik. Ia juga menyoroti perlunya integrasi sistem e-ticketing untuk meminimalisir permasalahan di sektor pariwisata dan fasilitas olahraga.
Putri Karlina berharap Sagarut dapat menjadi rujukan utama warga Garut ketika ingin menyampaikan pengaduan atau menanyakan layanan kependudukan secara lebih terstruktur, di luar penggunaan media sosial.
“Karena saya dan Bupati manusia tidak mungkin buka media sosial terus menerus. Jangan sampai ada anggapan bahwa saya tidak pernah membalas keluhan dari masyarakat. Media sosial peran utamanya adalah untuk memberikan informasi. Oleh karena itu harus ada kanal lain terkait dengan pengaduan maupun bagaimana masyarakat bisa tanya jawab yang lebih terstruktur,” ujar Putri Karlina.
Ia juga berharap sinergi antara pengembang aplikasi dengan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut semakin kuat, sehingga fitur-fitur Sagarut dapat segera diluncurkan dan digunakan lebih luas oleh masyarakat.