Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan (PRTMP), Organisasi Riset Energi Manufaktur, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi riset karakterisasi patient monitor terkait gangguan medan elektromagnetik guna meningkatkan kualitas produk.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PRTMP BRIN dan PT Menara Inti Kreasi Indonesia di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (16/4).
Patient monitor merupakan perangkat untuk memantau berbagai kondisi sinyal tubuh pasien. Parameter utama yang dipantau antara lain oxygen saturation (SpO2) untuk mengukur kadar oksigen dalam darah dan beats per minute (BPM) untuk mengukur denyut nadi.
Pengujian gangguan medan elektromagnetik dilakukan melalui uji kompatibilitas elektromagnetik sebagai bagian dari penilaian kualitas produk. Pengujian ini mencakup dua aspek, yakni uji radiasi medan elektromagnetik serta uji ketahanan produk terhadap gangguan elektromagnetik dari luar. Hasil pengujian dapat menjadi dasar penambahan komponen atau modifikasi desain, terutama apabila produk belum memenuhi kriteria kelulusan standar.
Riset karakterisasi tersebut meliputi studi awal terhadap patient monitor, gap analysis terhadap standar IEC 60601-1-2:2014/AMD:2020, penyediaan unit dan dokumen produk, serta diskusi teknis. Kegiatan juga mencakup karakterisasi dan penilaian kesesuaian terhadap standar, modifikasi unit, hingga penyusunan laporan hasil pengujian dan evaluasi kesesuaian produk.
Pelaksana harian Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN yang diwakili Mahfudz Al Muda menyampaikan apresiasi atas capaian PRTMP yang dinilai progresif dalam membangun jejaring kolaborasi riset lintas sektor. Ia menekankan sinergi antara pusat riset dan mitra eksternal sebagai kunci menghadirkan inovasi manufaktur yang menjawab kebutuhan di lapangan, sekaligus memperkuat peran BRIN dalam menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif dan berdampak luas.
Kepala PRTMP Taufik Hidayat menyatakan sektor manufaktur memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu, PRTMP berkomitmen memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak guna mempercepat pengembangan teknologi manufaktur di Indonesia. “BRIN tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi dengan mitra menjadi bagian penting untuk mempercepat inovasi dan menghadirkan harapan baru bagi kemajuan sektor manufaktur Indonesia,” ujarnya.
PRTMP juga mencatat peningkatan publikasi ilmiah, kekayaan intelektual, serta perluasan kolaborasi riset dengan berbagai mitra sepanjang 2025 hingga awal 2026. BRIN menilai kerja sama ini menjadi langkah untuk mempercepat pengembangan teknologi manufaktur dan mendorong hilirisasi hasil riset agar bermanfaat bagi masyarakat dan industri, sekaligus mendukung transformasi industri, meningkatkan daya saing, dan mewujudkan kemandirian teknologi nasional.