Jakarta — Penyedia layanan internet Bnetfit, yang merupakan bagian dari Jala Lintas Media (JLM) Group, memaparkan arah dan ambisi perusahaan hingga 2026 untuk mendukung ekosistem serta transformasi digital nasional. Salah satu langkah yang disorot adalah penerapan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) untuk meningkatkan kapasitas jaringan fiber optik tanpa perlu membangun jaringan baru.
DWDM disebut sebagai evolusi terkini dari teknologi sejenis yang berasal dari Amerika Serikat. Dengan teknologi ini, kapasitas jaringan fiber optik dapat ditingkatkan secara signifikan melalui pemanfaatan banyak kanal sinyal dalam satu jalur serat.
Perangkat DWDM yang diimplementasikan Bnetfit diklaim mampu mendukung lebih dari 96 sinyal data (channel) dengan kecepatan 100, 400, hingga 800 Gbps atau lebih. Kapasitas yang lebih besar ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman internet yang lebih baik bagi berbagai segmen pelanggan.
Komisaris Jala Lintas Media, Victor Irianto, menyatakan penerapan DWDM memungkinkan perusahaan menyederhanakan infrastruktur, mengurangi kebutuhan perangkat tambahan, menekan konsumsi daya, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Untuk konektivitas internasional, Bnetfit juga didukung sistem kabel bawah laut SEA Cable Exchange-1 (SeaX-1) dan Super Sistem Batam–Singapura (SSBS). SSBS merupakan sistem kabel bawah laut sepanjang 250 km dengan 24 pasang serat optik yang menghubungkan tiga lokasi strategis di Asia Tenggara, yakni Mersing (Malaysia), Changi (Singapura), dan Batam (Indonesia). SeaX-1 disebut menghadirkan konektivitas internasional yang stabil dan berkelanjutan untuk berbagai kebutuhan telekomunikasi.
Di sisi domestik, Bnetfit akan didukung oleh sistem kabel laut BTI‑1 dengan panjang sekitar 4.500 km yang membentang dari Batam ke Jakarta dan Manado, serta memiliki percabangan ke Gresik, Makassar, dan Balikpapan. Infrastruktur ini diposisikan sebagai tulang punggung trafik data nasional.
“Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas jaringan, mendukung kedaulatan digital Indonesia, serta memastikan arus data nasional berjalan cepat, aman, dan terkendali, baik di dalam negeri maupun ke wilayah internasional,” kata Victor di Jakarta, Jumat malam, 27 Februari 2026.
Terkait perluasan jangkauan layanan, Victor menyebut Bnetfit juga menjalin kolaborasi open access dengan PT Linknet Tbk dan Asianet. Melalui kerja sama ini, Bnetfit dikatakan dapat memaksimalkan lebih dari 7 juta homepass yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain layanan konektivitas internet, perusahaan juga menyatakan menyediakan solusi digital yang mencakup cloud, automation and AI, security, data center, serta Internet of Things (IoT).