Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar pada tahun ini untuk akses internet di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Anggaran tersebut juga mencakup langganan berbayar aplikasi seperti Capcut dan Canva.
Berdasarkan data Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora, nilai anggaran itu turun sekitar Rp32 juta dibandingkan anggaran pada 2025. Anggaran digunakan untuk fasilitas internet di 18 dinas, lima badan, dua kantor, dan 16 kecamatan.
Dari rincian alokasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menerima anggaran terbesar, yakni Rp426 juta untuk kebutuhan Internet Sharing dan Internet Main Gateway. Alokasi berikutnya antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Rp173,5 juta, BPPKAD Rp156 juta, Sekretariat Daerah (Sekda) Rp136 juta, serta Sekretariat Dewan (Sekwan) Rp111 juta.
Di tingkat kecamatan, Kecamatan Cepu tercatat menganggarkan langganan internet tertinggi, yakni mencapai Rp47,5 juta.
Selain kebutuhan internet, tiga OPD menganggarkan aplikasi edit gambar dan video dalam paket anggaran internet, yaitu Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4), serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Besaran anggaran dalam paket tersebut bervariasi, masing-masing DP4 Rp85 juta, BKPSDM Rp33 juta, dan Kominfo Rp3,7 juta.
Sekretaris DP4 Blora, Lilik Setyawan, menjelaskan langganan internet digunakan untuk Kantor DP4 Kabupaten Blora, bidang-bidang terkait, UPTD, serta Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di 16 kecamatan. Ia menyebut biaya langganan Capcut sebesar Rp910.000 per tahun dan Canva Rp1.831.500.
Lilik menambahkan, aplikasi edit gambar dan video tersebut digunakan secara rutin karena DP4 Blora hampir setiap hari membuat publikasi yang disebarluaskan melalui media sosial. “Hampir setiap hari kami buat publikasi. Bahkan satu hari bisa lebih dari satu (konten),” katanya.