BERITA TERKINI
Blockchain Tawarkan Model Baru Monetisasi Internet, dari Micropayment hingga Ekonomi Kreator

Blockchain Tawarkan Model Baru Monetisasi Internet, dari Micropayment hingga Ekonomi Kreator

Selama bertahun-tahun, internet berjalan dengan kesepakatan yang relatif sederhana: pengguna menikmati layanan gratis, sementara platform memperoleh pendapatan dari iklan dan pemanfaatan data. Model ini terbukti efektif dan menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan teknologi besar.

Namun, seiring waktu, berbagai kelemahan mulai terlihat. Kreator kerap kesulitan mendapatkan pendapatan yang stabil, sementara pengguna semakin khawatir terhadap privasi dan bagaimana data mereka digunakan. Di sisi lain, algoritma distribusi konten dinilai cenderung mendorong materi sensasional dibanding kualitas.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan tentang kemungkinan arah baru internet yang lebih adil, termasuk dalam hal pembagian nilai ekonomi antara platform, pengguna, dan kreator.

Teknologi blockchain menawarkan pendekatan berbeda dalam menciptakan dan mendistribusikan nilai. Jika sebelumnya nilai ekonomi banyak mengalir ke platform, kini terbuka peluang agar pengguna dan kreator ikut memiliki serta memperoleh bagian dari nilai yang mereka ciptakan dalam ekosistem digital.

Dalam skema ini, individu tidak hanya menjadi penonton atau pengguna pasif. Mereka dapat berperan sebagai partisipan aktif, misalnya dengan mendukung kreator secara langsung, melakukan transaksi bernilai kecil, hingga memiliki aset digital yang terkait dengan komunitas atau karya tertentu. Pendekatan tersebut mulai terlihat pada platform seperti Sl8, yang mencoba menggabungkan media sosial, dompet digital, pembayaran, dan tokenisasi dalam satu ekosistem.

Salah satu gagasan yang kembali mengemuka adalah micropayment, yaitu pembayaran dalam nominal sangat kecil untuk konten atau layanan. Konsep ini sebenarnya sudah lama ada, tetapi sistem pembayaran tradisional dinilai kurang mendukung karena biaya tinggi dan proses yang rumit.

Blockchain disebut membuat micropayment lebih realistis melalui transaksi yang lebih cepat dan murah, sehingga pengguna dapat membayar atau menerima nilai dalam jumlah kecil tanpa hambatan besar. Jika berkembang luas, model ini berpotensi membuka ekonomi internet yang tidak lagi terpusat pada platform besar.

Perubahan tersebut terjadi bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi kreator. Individu semakin banyak membangun bisnis berbasis komunitas, reputasi, dan karya mereka sendiri. Sejumlah platform berbasis blockchain berupaya menyediakan alat agar kreator tidak hanya memproduksi konten, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi di sekitarnya. Dalam konsep ini, komunitas diposisikan bukan sekadar penonton, melainkan bagian dari nilai yang tercipta.

Meski demikian, transisi menuju model baru ini dinilai tidak lepas dari tantangan. Ketika platform menggabungkan media sosial dengan sistem keuangan, isu regulasi menjadi semakin penting. Aturan terkait identitas, transaksi, dan perlindungan pengguna akan memengaruhi apakah pendekatan ini dapat diadopsi secara luas atau tetap terbatas pada kalangan tertentu.

Selain regulasi, adopsi juga bergantung pada perubahan perilaku. Selama ini, pengguna terbiasa dengan layanan internet gratis, sehingga pergeseran menuju pola pembayaran—meski kecil—diperkirakan membutuhkan waktu.

Model berbasis iklan disebut tidak akan hilang dalam waktu dekat. Namun, arah perkembangan menunjukkan adanya upaya menuju internet yang lebih partisipatif, di mana kontribusi pengguna dan kreator dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih nyata. Dalam konteks ini, blockchain dipandang tidak hanya sebagai teknologi baru, tetapi juga sebagai cara lain untuk mendefinisikan kepemilikan dan distribusi nilai di ranah digital.