Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan Aplikasi Dashboard Analitik Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta layanan pembayaran pajak daerah melalui QRIS dan Virtual Account (VA) dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) TP2DD di Grand Rohan Banguntapan, Rabu (29/4). Dalam kesempatan yang sama, pemkab juga memberikan piagam penghargaan kepada 72 Wajib Pajak Panutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Tahun 2026 yang telah membayar sebelum jatuh tempo.
HLM tersebut mengusung tema “Launching Aplikasi Dashboard PAD, Launching Pelayanan Jemput Bola PBB P2, dan Launching Bayar Pajak Daerah dengan QRIS dan Virtual Account”. Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga turut hadir, antara lain Sekda Bantul Agus Budi Raharja, Kepala BPKPAD Bantul, Deputi Kepala Perwakilan BI Yogyakarta Istirul Widilastuti, Direktur Utama Bank BPD DIY Hermanto, Pimpinan Bank BPD DIY Cabang Bantul Santoso Rohmad, serta perwakilan kepolisian.
Dashboard Analitik PAD dirancang untuk menyajikan data realisasi penerimaan pajak daerah secara harian, real time, dan terintegrasi. Pemerintah daerah menilai dashboard ini dapat menjadi alat monitoring dan pengendalian untuk mendukung pengambilan keputusan strategis dalam pengelolaan PAD.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, peluncuran dashboard dan pemberian apresiasi kepada wajib pajak mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan institusi perbankan. Menurutnya, langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Bantul dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pendapatan serta pengelolaan keuangan daerah.
Halim menekankan, transparansi memungkinkan masyarakat mengakses dan mengetahui sumber serta pemanfaatan pendapatan daerah. Ia juga menyebut capaian tersebut sebagai hasil sinergi berbagai institusi di Kabupaten Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk dukungan wajib pajak.
“Terutama kepada para wajib pajak, bahwa yang ‘panjenengan’ bayarkan melalui Pemerintah Kabupaten Bantul ini telah mendorong kinerja yang baik. Baik di sisi pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Termasuk untuk kesejahteraan para guru, kesejahteraan masyarakat yang memiliki masalah kesejahteraan sosial melalui berbagai skema bantuan sosial yang ada,” ujar Halim. Ia menambahkan komitmen pemerintah daerah dengan slogan, “Pajak Lunas, Pembangunan Jelas.”
Sementara itu, Kepala BPKPAD Bantul Istirul Widilastuti menjelaskan, rangkaian kegiatan HLM TP2DD juga mencakup peluncuran pelayanan “Jemput Bola” PBB P2 di kalurahan. Inovasi ini dilakukan dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kunjungan langsung ke tingkat kalurahan.
Istirul menyampaikan, pengembangan kanal pembayaran melalui VA dan perluasan implementasi QRIS pada berbagai jenis pajak daerah ditujukan untuk meningkatkan kemudahan layanan, mendorong kepatuhan wajib pajak, serta mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.