PT Bank Sumut (Perseroda) menilai penggunaan aplikasi Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (QRESTO) membuat pajak hotel, restoran, dan kafe (horeka) dapat langsung masuk ke kas daerah saat transaksi berlangsung.
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank Sumut Sandhy Sofian mengatakan QRESTO merupakan inovasi digital yang memanfaatkan sistem QRIS yang sudah digunakan masyarakat. Perbedaannya, setiap transaksi pembayaran disebut otomatis memisahkan 10 persen pajak dan langsung menyetorkannya ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kota Medan tanpa pelaporan manual dan tanpa jeda waktu.
Menurut Sandhy, skema tersebut menjadi yang pertama di Indonesia. Ia menyampaikan hal itu usai peluncuran aplikasi QRESTO bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Medan di Medan, Senin.
Sandhy menyebut inovasi itu tidak sekadar pengembangan sistem pembayaran. Selama ini, pemungutan pajak horeka mengandalkan sistem self assessment yang bergantung pada pelaporan wajib pajak, yang kerap menghadapi tantangan seperti keterlambatan hingga potensi ketidaksesuaian data. Ia mengatakan QRESTO dirancang untuk menutup celah tersebut melalui sistem otomatis yang bekerja dalam hitungan detik.
Bank Sumut juga menyatakan QRESTO terintegrasi dengan sistem Smartax milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan. Dengan integrasi itu, proses administrasi seperti penerbitan Surat Tanda Setoran (STS) diklaim berlangsung otomatis, sementara data transaksi dapat dipantau secara real time melalui dashboard.
Sandhy menilai langkah ini mempertegas posisi Bank Sumut sebagai pionir digitalisasi keuangan daerah sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia juga mengajak pemerintah daerah di Sumatera Utara untuk mulai menerapkan QRESTO sebagai bagian dari program digitalisasi keuangan pemerintah yang lebih akuntabel.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan kehadiran QRESTO menjawab kebutuhan transparansi publik. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui pajak yang dibayarkan benar-benar kembali ke daerah. Ia mengatakan dengan sistem tersebut, begitu transaksi terjadi, pajak dapat langsung masuk ke kas daerah pada hari yang sama.
Rico menambahkan, QRESTO dinilai tidak hanya memperkuat akuntabilitas, tetapi juga membangun kepercayaan publik dan mendorong kepatuhan wajib pajak. Pemkot Medan, kata dia, juga akan memberikan penanda khusus bagi restoran pengguna QRESTO sebagai simbol usaha yang transparan dan berintegritas.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy Brando Hutabarat menyebut inovasi tersebut sebagai contoh konkret pemanfaatan teknologi untuk memperkuat fiskal daerah. Ia menilai potensi pajak dari sektor horeka besar, mengingat terdapat lebih dari 4.000 restoran dan kafe di Kota Medan.
Rudy mengatakan, jika sebelumnya pajak baru masuk sekitar satu bulan, kini dapat dilakukan secara real time. Ia menyebut hal itu sebagai lompatan untuk memastikan potensi PAD tidak hilang.