BERITA TERKINI
Asus Hentikan Rilis Smartphone Baru pada 2026, Alihkan Fokus ke AI PC dan Infrastruktur AI

Asus Hentikan Rilis Smartphone Baru pada 2026, Alihkan Fokus ke AI PC dan Infrastruktur AI

Asus memutuskan tidak merilis model smartphone baru pada 2026. Perusahaan mengalihkan fokus pengembangan ke AI PC, server AI, dan robotika dalam strategi yang disebut “All in AI”, dengan pertimbangan peluang keuntungan yang dinilai lebih besar dibandingkan bisnis ponsel.

Langkah ini diambil di tengah pasar smartphone global yang kian sulit ditembus. Industri ponsel saat ini didominasi pemain besar seperti Apple dan Samsung, sementara pangsa pasar Asus disebut relatif kecil. Kondisi tersebut membuat persaingan menjadi berat, ditambah margin keuntungan penjualan smartphone yang cenderung lebih tipis dibandingkan produk komputasi.

Meski menghentikan peluncuran model baru, Asus menyatakan tetap memberikan dukungan purna jual bagi pengguna smartphone lama.

Di sisi lain, Asus melihat AI PC sebagai mesin pertumbuhan baru. Perusahaan menilai pasar AI PC berpotensi mendominasi lebih dari 60 persen pasar komputer pada 2026. Pada kuartal pertama 2026, Asus juga mencatat pertumbuhan pengiriman laptop hingga 20 persen secara tahunan, yang dianggap mencerminkan meningkatnya permintaan perangkat berbasis AI di berbagai segmen.

Asus turut memperkenalkan konsep “Ubiquitous AI”, yakni kemampuan AI yang berjalan langsung di perangkat tanpa bergantung pada layanan cloud. Laptop terbaru Asus disebut sudah dibekali NPU dengan kemampuan di atas 50 TOPS untuk mendukung pemrosesan AI yang lebih cepat.

Selain perangkat konsumen, Asus memperkuat bisnis server AI dan infrastruktur komputasi. Segmen server AI perusahaan dilaporkan mengalami pertumbuhan sangat tinggi, dengan peningkatan lebih dari 100 persen secara tahunan. Sejalan dengan itu, sumber daya riset dan pengembangan dialihkan ke sektor komersial seperti AI server dan robotika, yang dinilai lebih menjanjikan karena kebutuhan komputasi AI terus meningkat di berbagai industri.

Asus juga menilai ekosistem AI memberikan ruang margin yang lebih besar. AI PC umumnya membutuhkan spesifikasi tinggi, seperti RAM yang lebih besar dan prosesor khusus, sehingga harga jual perangkat cenderung lebih tinggi dibandingkan smartphone dan berpotensi meningkatkan keuntungan.

Perubahan arah Asus turut mencerminkan pergeseran tren industri dari “mobile first” menuju “AI first”. Sejumlah produsen disebut mulai mengalihkan pasokan komponen penting, seperti RAM, untuk memenuhi kebutuhan server AI. Dalam konteks ini, Asus berupaya membangun ekosistem AI yang lebih lengkap, dari perangkat keras hingga perangkat lunak, dengan target memperkuat posisi di pasar komputasi profesional dan enterprise.

Dengan strategi tersebut, 2026 menjadi tahun penting bagi Asus untuk mempertegas pergeseran bisnis: tidak ada smartphone baru, sementara investasi dipusatkan pada AI PC, server AI, dan infrastruktur yang menopang kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan.