BERITA TERKINI
Arumi Bachsin: Peran Ibu Kian Krusial di Era Digital, Perlu Bijak Mengakses Internet

Arumi Bachsin: Peran Ibu Kian Krusial di Era Digital, Perlu Bijak Mengakses Internet

Surabaya — Arumi Bachsin menilai peran ibu semakin penting di era digital, terutama dalam mengakses serta menyaring informasi yang beredar di media sosial. Ia menyebut perempuan mendominasi pengguna media sosial sekitar 56,3 persen, sementara sekitar 52,6 persen pengguna Instagram adalah perempuan. Menurutnya, tren dominasi ini sudah terlihat sejak 2021.

Pernyataan tersebut disampaikan Arumi saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Peran Perempuan Dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital, yang digelar Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Pers Nasional 2026 dan HUT PWI ke-80, berlangsung di Aula Kantor PWI Jawa Timur, Jalan Taman Apsari 15–17, Surabaya, Jumat (10/4).

Dalam paparannya, Arumi juga menyampaikan data kependudukan Jawa Timur pada 2025 yang mencapai 42,352 juta jiwa, terdiri dari 21,10 juta laki-laki dan 21,25 juta perempuan. Ia menambahkan, penetrasi pengguna internet di Indonesia pada 2025 mencapai 80,66 persen, dengan rincian 82,73 persen pada laki-laki dan 78,57 persen pada perempuan.

Seminar diikuti sekitar 100 peserta, termasuk dari Ikatan Pelukis Wanita Indonesia Jawa Timur. Sejumlah narasumber turut hadir, antara lain Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari Bisowarno, serta Wakil Direktur UKW PWI Pusat Eko Pamuji.

Ketua IKWI Jatim Endang Suprapti dalam sambutannya menekankan peran penting perempuan, khususnya ibu, sebagai panutan dalam keluarga di tengah derasnya arus informasi media sosial. Ia mengingatkan agar ibu-ibu mampu menyaring informasi yang benar dan tidak hoaks sebelum dikonsumsi maupun diteruskan kepada anak-anak. Endang juga berharap keluarga lebih banyak mengakses informasi yang positif.

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menilai penguasaan informasi menjadi hal krusial di era digital. Ia juga menekankan bahwa kedudukan perempuan penting karena informasi yang disampaikan ibu cenderung lebih dipercaya di lingkungan keluarga. Lutfil menyebut pengguna media sosial di Indonesia, khususnya Jawa Timur, jumlahnya relatif berimbang antara perempuan dan laki-laki, namun kehati-hatian dalam memilih informasi tetap diperlukan.

Data yang dihimpun Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur menunjukkan platform yang banyak diakses di Indonesia meliputi WhatsApp (91,7 persen), Instagram (84,6 persen), Facebook (83,0 persen), TikTok (77,4 persen), Telegram (61,6 persen), dan Messenger (50,5 persen).

Melihat fenomena tersebut, Arumi berpesan agar ibu-ibu mengontrol penggunaan media sosial anak dengan lebih ketat, termasuk memahami cara membedakan informasi benar dan hoaks. Ia menekankan pentingnya kebiasaan memeriksa ulang informasi sebelum membagikannya. Arumi juga mengingatkan risiko membagikan pembaruan lokasi secara waktu nyata di media sosial karena dapat dimanfaatkan pihak yang berniat jahat. Ia mencontohkan kebiasaannya mengunggah status tidak secara real time.

Dalam diskusi panel, Putut yang mewakili Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur menyebut terdapat aplikasi yang dapat membantu orang tua mengontrol akses anak terhadap media sosial.

Sri Untari menambahkan bahwa pembatasan akses media sosial untuk anak penting, namun menurutnya juga perlu disertai doa. Sementara itu, Eko Pamuji mengingatkan pentingnya sikap waspada dan skeptis dalam menerima informasi di media sosial, dengan menekankan kebiasaan “check and recheck” sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi.