Akses internet kian menjadi kebutuhan dasar masyarakat seiring meningkatnya aktivitas digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga layanan publik. Perkembangan teknologi informasi juga mendorong transformasi digital di Indonesia, sehingga tingkat penetrasi internet menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana masyarakat terhubung dengan layanan dan ekosistem digital.
Berdasarkan Survei Penetrasi Internet dan Segmentasi Pasar ISP 2025 yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet nasional pada 2025 mencapai 80,66%. Survei ini dilaksanakan pada 10 April–16 Juli 2025 dengan melibatkan 8.700 responden warga negara Indonesia berusia minimal 13 tahun yang tersebar proporsional di 38 provinsi.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung oleh enumerator terlatih menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error (MoE) ±1,1%.
Secara nasional, jumlah penduduk yang telah terkoneksi internet pada 2025 mencapai 229,43 juta jiwa dari total populasi 284,44 juta jiwa. Meski mayoritas penduduk telah memiliki akses, capaian penetrasi di tiap provinsi masih bervariasi.
Dalam daftar 10 provinsi dengan penetrasi internet tertinggi pada 2025, DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan 91,35%. Berikutnya DI Yogyakarta 91,18% dan Bali 90,59%. Tingginya penetrasi di wilayah tersebut disebut didukung ketersediaan infrastruktur digital yang relatif lebih baik serta tingkat urbanisasi yang tinggi.
Sejumlah provinsi di luar Jawa dan Bali juga mencatat capaian tinggi. Kalimantan Tengah berada pada angka 89,57%, disusul Bengkulu 88,51% dan Kalimantan Timur 88,33%.
Adapun Jambi mencatat penetrasi 87,71%, diikuti Jawa Barat 86,52% dan Banten 84,99%. Jawa Tengah menutup posisi 10 besar dengan tingkat penetrasi 82,57%.
Berikut 10 provinsi dengan penetrasi internet tertinggi pada 2025 menurut survei APJII: DKI Jakarta (91,35%), DI Yogyakarta (91,18%), Bali (90,59%), Kalimantan Tengah (89,57%), Bengkulu (88,51%), Kalimantan Timur (88,33%), Jambi (87,71%), Jawa Barat (86,52%), Banten (84,99%), dan Jawa Tengah (82,57%).