Amazon dan Delta Air Lines menyepakati kerja sama untuk menghadirkan layanan internet cepat di pesawat melalui jaringan satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) milik Amazon Leo, yang sebelumnya dikenal sebagai Project Kuiper. Kolaborasi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang semakin mengandalkan konektivitas selama perjalanan udara.
Delta menargetkan pemasangan perangkat penerima sinyal satelit Amazon Leo pada 500 pesawat mulai 2028. Pada tahap awal, layanan akan diprioritaskan untuk penerbangan domestik di Amerika Serikat sebelum diperluas ke rute internasional. Kedekatan Delta dengan Amazon Web Services (AWS) disebut menjadi salah satu faktor yang menguatkan pilihan kemitraan tersebut.
CEO Delta Air Lines Ed Bastian menyatakan perjanjian ini akan mendukung ambisi global perusahaan sekaligus menghadirkan teknologi konektivitas yang dinilai lebih cepat dan lebih hemat biaya. Selain menyediakan internet di pesawat, kerja sama ini juga mencakup pengembangan sistem digital yang mencakup kecerdasan buatan, penyimpanan data berbasis cloud, hingga hiburan eksklusif. Delta juga menyebut penumpang yang terdaftar dalam program loyalitas SkyMiles dapat menikmati Wi-Fi gratis sejak di gerbang keberangkatan hingga tiba di tujuan.
Amazon menyatakan telah menyiapkan investasi sebesar 10 miliar dolar AS untuk membangun jaringan satelit global tersebut. CEO Amazon Andy Jassy mengatakan Amazon Leo dirancang untuk menghadirkan internet cepat bagi miliaran orang, termasuk wilayah yang selama ini sulit mendapatkan sinyal yang baik, dan kerja sama dengan Delta menjadi salah satu penerapan teknologinya untuk konektivitas di penerbangan.
Amazon Leo beroperasi pada ketinggian sekitar 595 kilometer di atas permukaan Bumi. Dengan orbit yang lebih rendah dibanding satelit tradisional, jeda pengiriman data disebut dapat ditekan sehingga koneksi lebih responsif. Delta berencana memasang antena khusus di pesawat yang memanfaatkan teknologi Leo Ultra, yang diklaim mampu memberikan kecepatan unduh hingga 1 Gbps.
Menurut Amazon, kapasitas tersebut memungkinkan banyak penumpang dalam satu pesawat melakukan aktivitas berbandwidth tinggi secara bersamaan, seperti menonton video 4K, melakukan panggilan video, atau mengirim dokumen berukuran besar. Wakil Presiden Bisnis Amazon Leo Chris Weber menyebut jaringan yang lebih cepat dapat mendukung kebutuhan penumpang, termasuk mengunggah foto dan video berkualitas tinggi dengan lebih lancar.
Sistem ini juga dirancang agar koneksi tetap stabil ketika pesawat melintas di wilayah terpencil. Dalam keterangan terkait pengujian, Amazon menyebut layanan dapat digunakan untuk aktivitas seperti belanja daring hingga siaran langsung dari udara. Delta juga menyatakan berencana menawarkan fitur konferensi video di pesawat, meski penerapannya akan disesuaikan agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain.
Kerja sama ini turut menandai persaingan yang semakin ketat di pasar internet pesawat, khususnya dengan Starlink milik SpaceX yang saat ini telah digunakan oleh sejumlah maskapai besar, termasuk United Airlines dan Southwest Airlines. Delta menilai layanan Amazon Leo akan kompetitif dan berpotensi lebih murah dibanding biaya yang dibayarkan saat ini.
Persaingan tersebut juga menambah tekanan bagi penyedia layanan lain seperti Viasat untuk terus berinovasi. Meski Delta masih menggunakan mitra lama pada sebagian armadanya, langkah menuju Amazon Leo menunjukkan meningkatnya tuntutan industri penerbangan untuk menyediakan koneksi internet yang cepat dan minim hambatan bagi penumpang.