Tahun 2026 disebut menjadi titik penting ketika teknologi artificial intelligence (AI) yang berjalan langsung di perangkat (on device) mulai merambah ponsel kelas menengah. Fitur yang sebelumnya identik dengan ponsel mahal kini mulai hadir sejak awal 2026 di lini mid range dari sejumlah merek besar, termasuk Google, Samsung, dan Xiaomi.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran AI on device diposisikan bukan sekadar peningkatan spesifikasi. Pemrosesan yang dilakukan langsung di ponsel dinilai membuat respons lebih cepat tanpa bergantung pada internet, sekaligus diklaim lebih menjaga privasi karena data tidak perlu dikirim ke server luar.
Manfaat ini dianggap relevan untuk pelajar, pekerja lapangan, hingga pelaku UMKM yang kerap beraktivitas di lokasi dengan jaringan tidak stabil. Sejumlah proses seperti transkripsi suara, pengeditan foto berbasis AI, hingga penerjemahan bahasa dapat dilakukan secara instan, dengan respons yang disebut lebih cepat dibanding sistem berbasis cloud.
Dalam penggunaan harian di iklim tropis seperti Indonesia, efisiensi daya juga disebut lebih stabil. Karena ponsel tidak harus terus-menerus terhubung ke jaringan untuk memproses AI, konsumsi baterai dinilai bisa lebih hemat—terutama bagi pengguna yang aktif di luar ruangan sepanjang hari.
Berikut deretan ponsel mid range 2026 yang disebut membawa fitur AI on device:
Google Pixel 10a
Model ini diperkirakan membawa Gemini Nano yang berjalan langsung di perangkat. Fitur seperti terjemahan real time dan voice to text disebut dapat digunakan tanpa internet, termasuk untuk kebutuhan seperti wawancara atau diskusi cepat.
Samsung Galaxy A56 5G dan Samsung Galaxy A36 5G
Seri ini disebut mulai menghadirkan fitur inti Galaxy AI ke kelas menengah. Pengguna dapat menikmati pengeditan foto generatif dan bantuan penulisan otomatis untuk mendukung produktivitas, termasuk untuk pengelolaan media sosial.
Xiaomi 15T Pro
Xiaomi dikenal agresif membawa fitur flagship ke harga lebih terjangkau. Pada seri ini, kamera berbasis AI dan performa tinggi disebut menjadi nilai jual utama. Pengalaman mencoba lini T sebelumnya disebut menunjukkan performa yang cenderung stabil untuk gaming dan multitasking berat.
Honor 400 Pro
Perangkat ini disebut memiliki integrasi AI yang matang di kelasnya. Optimalisasi kamera dan manajemen daya berbasis AI menjadi daya tarik, terutama untuk pengguna yang gemar fotografi, dengan harga yang dinilai lebih masuk akal dibanding flagship.
Nothing Phone 3a Pro
Desain unik tetap menjadi ciri khasnya, kini dipadukan dengan AI fotografi yang disebut seimbang. Ponsel ini diposisikan untuk pengguna muda yang ingin tampil berbeda tanpa mengorbankan fitur cerdas.
Infinix GT 30 5G dan Tecno Camon 40 Pro
Keduanya menyasar segmen yang lebih terjangkau dengan fokus pada AI gaming dan kamera pintar. Model ini disebut dapat menjadi opsi bagi pelajar atau konten kreator pemula dari sisi fitur dan anggaran.
Di kelas menengah 2026, beberapa fitur AI yang disebut menonjol antara lain generative AI editing untuk menghapus objek atau memperluas latar foto langsung dari galeri, real time translation yang bisa berjalan saat panggilan tanpa koneksi internet, serta alat produktivitas seperti ringkasan catatan otomatis dan koreksi tata bahasa.
Keunggulan yang ditekankan adalah aspek keamanan, karena pemrosesan data dilakukan di dalam perangkat. Di tengah meningkatnya kesadaran soal privasi digital di Indonesia, pendekatan ini disebut memberi rasa aman lebih bagi pengguna.
Adapun perkiraan segmen harga di Indonesia pada awal 2026 (masih berupa prediksi dan dapat berubah saat resmi masuk pasar) adalah sebagai berikut: Google Pixel 10a di kisaran Rp6 jutaan; Samsung Galaxy A56 5G Rp5–6 jutaan; Samsung Galaxy A36 5G Rp4–5 jutaan; Xiaomi 15T Pro Rp7 jutaan; Honor 400 Pro Rp6 jutaan; Nothing Phone 3a Pro Rp6 jutaan; Infinix GT 30 5G Rp4 jutaan; serta Tecno Camon 40 Pro Rp4–5 jutaan.
Dengan tren tersebut, AI on device disebut mulai menjadi standar baru di kelas mid range pada 2026. Pengguna Indonesia diproyeksikan bisa menikmati fitur cerdas dengan respons cepat dan privasi yang diklaim lebih aman tanpa harus membeli ponsel flagship.