Acer menggelar Acer Edu Summit Asia Pacific 2026 sebagai forum untuk membahas transformasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan (AI) bersama para pemangku kepentingan di kawasan. Mengusung tema “Future-Ready Learning: AI, Innovation, and Human-Centered Education”, acara ini menyoroti perubahan cara belajar di masa depan melalui pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan manusia.
Forum tersebut mempertemukan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, Korea Selatan, dan Australia. Penyelenggaraan ini juga disebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem pendidikan digital di Asia Pasifik.
Presiden Pan Asia Pacific Operations Acer, Andrew Hou, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk mendorong inovasi pendidikan. Ia menyatakan transformasi yang bermakna dapat terjadi ketika inovasi berangkat dari kebutuhan manusia.
Selama dua hari, pembahasan mencakup topik pembelajaran berbasis AI, literasi digital, hingga peran guru di era teknologi. Salah satu sorotan datang dari MIT Media Lab melalui inisiatif Learning Foundry for AI and Robotics (FAIR). Peneliti MIT, Michael Lin, menjelaskan bahwa AI dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal dan relevan dengan kebutuhan individu, sekaligus membantu peserta didik lebih siap menghadapi tantangan dunia nyata.
Pendekatan pembelajaran berbasis AI tersebut dinilai dapat menggeser metode belajar tradisional yang cenderung mengandalkan hafalan menuju pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif.
Selain membahas konsep, forum ini juga menaruh perhatian pada implementasi teknologi. Altos Computing memperkenalkan ekosistem AI terintegrasi untuk mendukung pendidikan berbasis teknologi. Senior Manager AI Solutions Altos, Charles Le, menekankan bahwa fondasi teknologi yang kuat menjadi kunci agar penerapan AI di sektor pendidikan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dalam rangka mendukung ekosistem pendidikan digital, Acer turut menghadirkan infrastruktur AI serta perangkat laptop berbasis teknologi Copilot+ PC. Perangkat dan infrastruktur tersebut diposisikan untuk membantu pengembangan pengalaman belajar yang lebih personal, kontekstual, dan aplikatif bagi peserta didik.