Xiaomi Auto menyiapkan langkah ekspansi pada 2026 dengan menghadirkan empat model baru dalam portofolionya. Rencana ini sekaligus menandai masuknya Xiaomi ke era kendaraan listrik jarak jauh (extended-range/EREV) lewat proyek berkode Kunlun. Strategi tersebut dilanjutkan setelah capaian 2025, ketika Xiaomi Auto mencatat pengiriman lebih dari 410.000 unit, melampaui target awal 350.000 unit.
Sepanjang 2025, Xiaomi Auto memperkuat posisinya melalui sederet produk, mulai dari sedan SU7, SU7 Ultra, hingga SUV pertamanya YU7 yang mencatat pre-order tinggi dalam waktu singkat. Di sisi lain, pencapaian tersebut juga dibarengi kontroversi, termasuk insiden keselamatan, persoalan pemasaran, serta kritik terhadap CEO Lei Jun dan strategi perusahaan.
Menanggapi berbagai isu itu, Lei Jun menggelar siaran langsung pada awal 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas sejumlah topik, antara lain asuransi kehilangan roda, etika pemasaran, hingga sistem pengereman instan pada kecepatan 200 km/jam, sembari menegaskan komitmen Xiaomi terhadap kualitas produk dan integritas industri.
Untuk 2026, Xiaomi Auto menyusun empat model utama yang diarahkan ke empat segmen pengguna: keluarga kelas atas, eksekutif bisnis, penggemar performa, dan pelancong jarak jauh. Keempatnya terdiri dari SU7 facelift, SU7 L, YU7 GT, serta Kunlun (YU9) sebagai SUV extended-range.
SU7 facelift: pembaruan desain, fitur keselamatan, dan pengisian cepat
SU7 versi terbaru telah dibuka untuk pre-sale dalam tiga varian—Standard, Pro, dan Max—dengan harga 229.900 hingga 309.900 yuan. Penyegarannya disebut minor pada sisi eksterior, termasuk grille depan baru, opsi warna Capri Blue, serta velg 20 inci baru. Lebar ban belakang meningkat menjadi 265 mm pada semua varian. Sistem pengereman menggunakan kaliper empat piston, dengan varian Max memakai Brembo dan cakram drilled.
Di interior, SU7 facelift menawarkan opsi warna Midnight Black, setir baru bergaya YU7, serta peningkatan keselamatan dari tujuh menjadi sembilan airbag. Seluruh model kini dilengkapi LiDAR, chip 700 TOPS untuk sistem bantuan pengemudi Xiaomi HAD, serta dual-chamber air suspension dan CDC shock absorbers pada varian Pro dan Max.
Dari sisi performa, SU7 Standard dan Pro kini menghasilkan 320 hp, sementara Max mencapai 690 hp. Platform tegangan tinggi diperbarui menjadi 752V untuk Standard/Pro dan 897V untuk Max. Xiaomi menyebut pengisian cepat 15 menit dapat menambah jarak tempuh hingga 670 km, sementara jarak tempuh listrik murni (CLTC) meningkat hingga 902 km pada varian Pro.
SU7 L: sedan eksekutif dengan fokus kenyamanan belakang
Xiaomi juga menyiapkan SU7 L yang diproyeksikan sebagai versi eksekutif dari SU7, menyasar konsumen kelas menengah atas dan pengguna bisnis. Berdasarkan foto uji jalan yang beredar, SU7 L terlihat lebih panjang dibanding SU7 standar, terutama di bagian belakang, dengan garis atap lebih landai dan overhang yang diperpanjang.
SU7 saat ini memiliki panjang 4.997 mm dengan wheelbase 3.000 mm. SU7 L diperkirakan memiliki panjang sekitar 5,2 meter dengan wheelbase lebih dari 3,1 meter. Perubahan dimensi ini mengindikasikan fokus pada kenyamanan penumpang belakang, termasuk ruang kaki dan kepala yang lebih lega.
Sejalan dengan posisinya sebagai sedan eksekutif, SU7 L diperkirakan dibekali fitur premium seperti kursi belakang zero-gravity, pengaturan elektrik individual, sistem hiburan layar terpisah untuk penumpang belakang, serta material interior yang lebih mewah. Model ini diprediksi menantang sedan premium panjang di pasar China, termasuk BMW 5 Series, Audi A6L, Mercedes-Benz E-Class, serta model domestik seperti Denza Z9 dan Honda Envix S9.
YU7 GT: varian performa tinggi untuk lini SUV
Untuk segmen performa, Xiaomi menyiapkan YU7 GT sebagai varian performa tinggi dari SUV YU7 dan diposisikan sebagai halo product. Model ini beberapa kali terlihat menjalani uji coba di Nürburgring Nordschleife, Jerman, dengan kamuflase merah-abu yang sebelumnya juga digunakan pada SU7 Ultra.
Dari tampilan luar, YU7 GT menunjukkan perubahan dibanding YU7 standar, termasuk fender depan dan belakang yang lebih lebar, bodi belakang lebih berotot, serta stance lebih rendah yang membentuk kesan wide body khas SUV performa tinggi.
Spesifikasi resmi belum diumumkan. Namun, YU7 GT diperkirakan mengusung motor ganda atau bahkan empat motor. Mengacu pada teknologi SU7 Ultra yang disebut mampu menghasilkan hingga 1.548 HP, YU7 GT diperkirakan berpotensi memiliki tenaga di atas 1.000 HP. Ada pula kemungkinan Xiaomi memperkenalkan sistem empat motor baru dengan total tenaga lebih dari 2.000 HP. Kehadiran model ini disebut bukan semata mengejar angka performa, melainkan memperkuat citra teknologi Xiaomi Auto serta menunjukkan kemampuan rekayasa dan tuning sasis di level global.
Kunlun (YU9): SUV extended-range untuk perjalanan jarak jauh
Model keempat adalah Xiaomi Kunlun, juga dikenal dengan kode YU9, yang akan menjadi SUV extended-range pertama Xiaomi Auto. Berbeda dengan SU7 dan YU7 yang sepenuhnya listrik, Kunlun mengombinasikan motor listrik sebagai penggerak utama dengan mesin bensin sebagai range extender, sehingga memungkinkan jarak tempuh lebih panjang tanpa bergantung penuh pada infrastruktur pengisian daya. Model ini diposisikan untuk bersaing dengan SUV extended-range populer di China seperti Li Auto dan AITO (Wenjie).
Dari sisi ukuran, Kunlun diperkirakan lebih besar dibanding YU7, dengan panjang bodi lebih dari 5.200 mm dan konfigurasi 5 hingga 7 penumpang. Meski masih tertutup kamuflase tebal, desainnya terlihat lebih tegas dan bersudut, mengarah pada fokus kepraktisan dan kenyamanan perjalanan keluarga, termasuk kabin luas, ruang bagasi besar, serta fleksibilitas penataan kursi.
Kunlun diperkirakan dibekali baterai berkapasitas lebih dari 70 kWh, dengan jarak tempuh listrik murni sekitar 400–500 km, serta dilengkapi teknologi seperti LiDAR atap dan sistem bantuan mengemudi canggih. Model ini akan diproduksi di pabrik baru Xiaomi Auto di Wuhan dan diperkirakan hadir dalam beberapa varian dengan rentang harga 250.000–500.000 yuan. Xiaomi juga menempatkan Kunlun sebagai bagian penting strategi perluasan pasar dan upaya mengejar target pengiriman 550.000 unit pada 2026.
Dengan rangkaian SU7 facelift, SU7 L, YU7 GT, dan Kunlun, Xiaomi Auto memperluas portofolio dari ketergantungan pada satu produk unggulan menuju strategi multi-model. Tahun 2026 menjadi fase penting bagi Xiaomi untuk menguji kesiapan produksi, pengembangan teknologi, serta daya saingnya di pasar kendaraan listrik dan extended-range.