WLTH.xyz meluncurkan aplikasi seluler untuk iOS dan Android yang ditujukan untuk memperluas akses ke peluang investasi pra-IPO dan pasar swasta. Aplikasi ini tersedia bagi pengguna di luar Amerika Serikat dan Inggris, dan dirancang untuk menghadirkan akses langsung ke jenis investasi yang selama ini dinilai sulit dijangkau, kurang transparan, dan tidak terjangkau bagi banyak orang.
Dalam siaran persnya, WLTH menyoroti pola yang kerap terjadi dalam investasi: banyak orang menjadi pengguna awal sebuah produk atau layanan dan turut mendorong pertumbuhan perusahaan, tetapi baru menyadari peluang kepemilikan ketika perusahaan sudah melangkah terlalu jauh—sering kali setelah akses investasi tahap awal tidak lagi terbuka bagi mereka.
WLTH menilai akses ke kesepakatan pra-IPO saat ini kerap terhambat oleh sejumlah faktor, mulai dari jaringan eksklusif, struktur kesepakatan yang rumit, alokasi yang terbatas, hingga hambatan regulasi dan persyaratan kelayakan. Kondisi tersebut, menurut WLTH, menciptakan kesenjangan struktural antara partisipasi publik dalam pertumbuhan perusahaan dan kesempatan untuk memiliki bagian dari perusahaan tersebut.
Salah satu pendiri WLTH, Tim McCann, menyatakan bahwa banyak orang membantu pertumbuhan perusahaan melalui perhatian, adopsi, dan peran budaya sebagai pengguna, namun hampir selalu terlambat ketika menyangkut kepemilikan. Ia menambahkan, seiring semakin banyak perusahaan bertumbuh tinggi memilih tetap berstatus swasta lebih lama, kesenjangan tersebut dinilai semakin melebar.
Melalui aplikasi ini, WLTH menyebut pengguna yang memenuhi syarat dapat melihat peluang pra-IPO dan pasar swasta yang telah diseleksi, memahami gambaran mengenai perusahaan yang ditawarkan, serta melakukan pembelian langsung melalui perangkat seluler. WLTH menegaskan platformnya tidak memberikan nasihat keuangan maupun layanan pengelolaan portofolio, melainkan memosisikan diri sebagai platform akses yang menekankan transparansi, kejelasan, dan kemudahan penggunaan.
WLTH juga menilai hambatan utama dalam investasi swasta tidak hanya soal modal, tetapi juga kebingungan informasi. Karena itu, setiap peluang disebut akan disajikan dengan konteks, termasuk penjelasan mengenai apa yang dilakukan perusahaan, bagaimana pertumbuhannya, mengapa hal itu penting, serta tanda-tanda kunci yang perlu dipertimbangkan investor. McCann mengatakan pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu pengguna membuat keputusan yang lebih baik, bukan mendorong keputusan cepat.
Chief Marketing Officer WLTH, Micah-Angel Adams, menyebut persoalan ini tidak semata finansial, melainkan juga tentang inklusi. Ia menyatakan banyak orang lelah baru mendengar tentang “pemenang” setelah hasilnya sudah ditentukan. Menurutnya, perasaan “seandainya masuk lebih awal” bukan kebetulan, melainkan akibat dari cara sistem akses investasi dibangun selama ini, dan WLTH bertujuan mengubah kondisi tersebut.
Dari sisi teknologi, co-founder sekaligus CTO WLTH, Iain McKie, menekankan bahwa kepercayaan menjadi inti layanan fintech. Ia mengatakan seluruh rancangan platform ditujukan untuk mengurangi friksi tanpa mengurangi pemahaman pengguna, dengan menekankan infrastruktur yang aman, desain informasi yang jelas, serta sistem yang mengutamakan transparansi dibanding kerumitan.
WLTH menyebut peluncuran aplikasi ini terjadi ketika semakin banyak perusahaan swasta bertahan lebih lama sebelum melantai di bursa, sementara pertumbuhan tahap awal berlangsung “di balik pintu tertutup”. Di saat yang sama, investor ritel dinilai semakin aktif dan muncul antisipasi terhadap apa yang disebut WLTH sebagai “Musim Panas Pra-IPO”.
WLTH.xyz menggambarkan dirinya sebagai platform akses yang berfokus pada peluang pasar swasta, dengan misi memperluas akses investasi tahap awal sekaligus membuat peluang tersebut lebih mudah dipahami dan diakses. Perusahaan menyatakan ketersediaan peluang bergantung pada kelayakan, yurisdiksi, dan syarat penawaran, serta menekankan bahwa seluruh investasi bersifat mandiri.