Lonjakan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah turut mendorong peningkatan aktivitas digital di berbagai wilayah Indonesia. Telkomsel mencatat trafik data nasional mencapai 70,4 petabyte pada puncak periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026.
Angka tersebut naik 13,4% dibanding hari normal dan meningkat 4,5% dibanding puncak RAFI 2025. Kenaikan ini mencerminkan tingginya kebutuhan komunikasi, hiburan, dan layanan digital masyarakat selama momen Lebaran.
Berdasarkan data internal Telkomsel, puncak pergerakan pelanggan antarwilayah terjadi pada H+1 Idul Fitri, dengan total 10,9 juta pelanggan berpindah lokasi. Arus pergerakan terbesar mengarah ke wilayah Jawa Tengah-DI Yogyakarta sebanyak 2,15 juta pelanggan, disusul Jawa Barat 883 ribu pelanggan dan Jawa Timur 602 ribu pelanggan.
Seiring meningkatnya aktivitas digital, sejumlah aplikasi populer mendominasi penggunaan data. Secara nasional, volume payload terbesar berasal dari TikTok, Facebook, WhatsApp, YouTube, dan Instagram. Di antara aplikasi tersebut, WhatsApp mencatat pertumbuhan trafik tertinggi, meningkat 41,79% dibanding hari biasa, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan layanan pesan dan panggilan video untuk silaturahmi selama Lebaran.
Selain komunikasi, kategori online gaming menjadi kontributor utama pertumbuhan trafik data dengan kenaikan 48,20% dibanding hari normal. Peningkatan ini didorong oleh popularitas gim seperti Roblox, Mobile Legends: Bang Bang, dan Free Fire.
Telkomsel juga mencatat kenaikan pada beberapa kategori layanan lain. Layanan komunikasi seperti WhatsApp dan Telegram meningkat 34,19%, diikuti media sosial seperti X, Facebook, dan Instagram yang tumbuh 16,28%. Sementara layanan video streaming melalui TikTok, YouTube, CapCut, hingga Netflix meningkat 12,23%. Adapun layanan e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada naik 3,01%.
Dari sisi wilayah, pertumbuhan trafik data tertinggi tercatat di kawasan Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara dengan kenaikan 24,18%. Pertumbuhan berikutnya terjadi di wilayah Sumatra sebesar 17,56%, disusul Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan sebesar 10,4%. Sementara wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat mencatat kenaikan 2,21%.
Lonjakan trafik juga terlihat di sejumlah kota tujuan mudik, antara lain Pandeglang (+111,45%), Magetan (+111,4%), Kuningan (+109,6%), Kebumen (+102,35%), dan Wonogiri (+95,41%).
Untuk mengantisipasi lonjakan selama periode Lebaran, Telkomsel melakukan penguatan jaringan sejak awal Ramadan melalui optimalisasi infrastruktur di titik prioritas serta pemantauan kualitas layanan berbasis kecerdasan buatan. Perusahaan memperkuat 495 titik prioritas yang mencakup jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, serta area permukiman.
Penentuan lokasi penguatan dilakukan melalui analitik data dan pemodelan Machine Learning, serta pemanfaatan teknologi Autonomous Network berbasis AI untuk menjaga stabilitas jaringan secara end-to-end. Selama RAFI 2026, Telkomsel menyatakan hampir seluruh gangguan jaringan di titik prioritas berhasil ditangani tepat waktu dengan tingkat penyelesaian 94,4%, sementara ketersediaan layanan mencapai 99,7%.
Di sektor pariwisata, kenaikan trafik juga tercatat di sejumlah destinasi populer. Kawasan wisata Puncak mencatat payload lebih dari 34,5 TB, sedangkan Kota Batu mencatat payload lebih dari 22,8 TB.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan perusahaan berkomitmen memastikan pelanggan tetap terhubung selama momen Ramadan dan Lebaran. Ia menyebut Telkomsel terus memantau performa layanan dan melakukan penguatan di titik-titik prioritas agar koneksi tetap stabil untuk silaturahmi, perjalanan, maupun aktivitas digital sehari-hari.