BERITA TERKINI
WeChat Perketat Aturan, Larang Publikasi Konten AI yang Sepenuhnya Otomatis Tanpa Campur Tangan Manusia

WeChat Perketat Aturan, Larang Publikasi Konten AI yang Sepenuhnya Otomatis Tanpa Campur Tangan Manusia

Tencent memperketat kebijakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di WeChat, khususnya pada akun publik dan akun layanan. Aturan baru ini muncul setelah unggahan yang viral tentang sepasang suami istri yang disebut meraup pendapatan besar dari konten yang sepenuhnya dibuat AI memicu kontroversi di media sosial.

Isu tersebut menyorot kekhawatiran publik mengenai dampak membanjirnya konten otomatis terhadap ekosistem kreator tradisional. Dalam narasi yang beredar, pasangan itu diklaim memperoleh hingga 2 juta yuan per tahun dengan mengelola akun publik berisi artikel yang diproduksi AI untuk menarik trafik iklan.

Namun, laporan lanjutan mengungkap gambaran berbeda. Mengutip The Paper, sebagian besar pendapatan yang disebutkan tidak berasal dari iklan, melainkan dari biaya pendaftaran sebesar 299 yuan yang dipungut dari pengikut atau peserta pelatihan yang ingin meniru cara mereka. Meski kebenaran klaim awal dipertanyakan, perdebatan telanjur meluas dan mendorong WeChat mengeluarkan panduan terbaru.

Dalam kebijakan tersebut, WeChat melarang penggunaan AI, skrip, API, maupun alat otomatis lain untuk membuat dan memublikasikan konten secara mandiri tanpa campur tangan manusia. Platform menegaskan otomatisasi penuh dalam produksi konten tidak diperbolehkan, terutama bila materi dihasilkan, ditulis ulang, atau digabungkan oleh AI tanpa kontribusi kreatif manusia yang signifikan.

WeChat juga melarang promosi tutorial maupun layanan yang mengajarkan cara memproduksi konten secara otomatis. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada sanksi berlapis, mulai dari penurunan trafik, penghapusan konten, hingga penangguhan akun secara permanen.

Dalam pernyataan resminya yang juga dilaporkan South China Morning Post, perwakilan WeChat menyatakan platform mendukung penggunaan alat bantu untuk meningkatkan efisiensi kreator, tetapi menolak sistem otomatisasi penuh yang menggantikan peran penulis manusia.

Penertiban terkait konten AI juga terlihat di platform digital lain di China. Pada 6 April, platform drama pendek Hongguo mengumumkan telah menghapus 1.718 serial yang melanggar aturan sepanjang kuartal pertama 2026. Dari jumlah tersebut, 670 judul ditindak karena penyalahgunaan materi buatan AI yang dinilai melanggar hak cipta dan standar kualitas platform.