Kasus penyadapan WhatsApp yang dikaitkan dengan aplikasi berisi virus ramai diperbincangkan. Jika akun WhatsApp disusupi, data penting seperti file dan foto berisiko disalahgunakan. Selain itu, akun juga dapat diambil alih sehingga berpotensi merugikan pemiliknya, termasuk terhadap reputasi di mata kontak atau pengguna lain.
Menurut Forbes, ada enam tanda yang bisa mengindikasikan akun WhatsApp atau ponsel telah diretas. Pertama, baterai ponsel lebih cepat habis dari biasanya, yang bisa dipicu aktivitas malware atau spyware. Kedua, penggunaan kuota mendadak meningkat karena ada kemungkinan spyware atau malware mengirim data ke pihak lain. Ketiga, muncul aplikasi tak dikenal yang tidak pernah dipasang sebelumnya, atau ada pengaturan yang berubah tanpa sepengetahuan pengguna.
Keempat, pengguna tiba-tiba menerima kode verifikasi padahal tidak memintanya, yang dapat menandakan ada pihak lain mencoba masuk ke akun WhatsApp korban. Kelima, ponsel menjadi lambat, hang, atau crash akibat aplikasi yang berjalan tidak wajar. Keenam, kamera dan mikrofon dapat terbuka sendiri atau pengguna menemukan foto maupun rekaman yang tidak dikenal, yang bisa mengarah pada aktivitas spyware di perangkat.
Setelah mengetahui tanda-tandanya, pengguna juga diimbau mewaspadai sejumlah aplikasi yang disebut berisiko karena dapat membuka celah peretasan ponsel dan WhatsApp. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut daftar 28 aplikasi yang disebut berbahaya:
Chip Winner 2048; Isecurity - Virus Cleaner; Quick Loan Pro; Calculator Lock - Photos Vault; Pixel Battle; Ztime: Earn cash rewards easily; Pop Stone 2 - Match 3 Game; Gem Puzzle; Real Money : Play Games Earn; Vast VPN - Secure VPN Proxy; Fast Booster Box; Channel 3; Make Money - Game Time; Woohoo - Real Cash Games; Earn Money: Squid Game; Cash Game: Money Puppy; Luckyyou; Hello VPN - Fast & Secure; Dong Bao; Hotbuku - Alat pembaca novel profesional dan populer; Yeloli Princess Makeup; Uang nyata: hasilkan dan permainan; Fast Loan Plus; Crazy Christmas tree; Pop Diamonds; Cash All - Earn real money; Merge snack overfood; Vegas Coin Pusher.
Apabila akun WhatsApp terlanjur disadap atau disalahgunakan, pengguna masih bisa melakukan pemulihan dengan melaporkan kasus tersebut ke WhatsApp. Langkah yang disarankan adalah menggunakan ponsel orang lain untuk mengakses pusat bantuan WhatsApp dan mengirim laporan.
Berikut langkah-langkahnya: buka aplikasi WhatsApp di ponsel orang lain, lalu ketuk ikon titik tiga di pojok kanan atas. Pilih Setelan, kemudian Bantuan, dan masuk ke Pusat Bantuan. Setelah itu, ketuk lagi ikon titik tiga di pojok kanan atas dan pilih Buka di Browser. Di halaman browser, gulir ke bagian bawah dan pilih Hubungi Kami. Selanjutnya, pilih Dukungan WhatsApp Messenger, lalu Hubungi Kami.
Pengguna akan diminta mengisi data yang diperlukan, termasuk alamat email dan nomor ponsel. Tulis pesan yang menjelaskan bahwa akun WhatsApp telah diretas, lalu pilih Langkah Selanjutnya dan Kirim pertanyaan. Setelah data lengkap dikirim, pengguna akan menerima balasan dari WhatsApp.