Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengunjungi wahana Outdoor Learning (ODL) di Kampung Lali Gadget, Dusun Benet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas positif tanpa ketergantungan pada gadget.
Dalam kegiatan tersebut, Mimik didampingi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Camat Wonoayu, serta Forkopimka Wonoayu.
Mimik mengapresiasi keberadaan Kampung Lali Gadget yang dinilai dapat menjadi solusi atas maraknya ketergantungan anak terhadap perangkat digital. Ia menilai inisiatif tersebut menghadirkan ruang alternatif bagi anak-anak untuk belajar, bermain, berinteraksi dengan alam, dan bersosialisasi dengan teman tanpa gadget.
Menurutnya, Kampung Lali Gadget juga menjadi contoh peran aktif masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter anak. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kata dia, akan terus mendorong program-program serupa agar dapat berkembang di wilayah lain.
Mimik berharap konsep tersebut dapat direplikasi di kecamatan dan desa-desa lain di Sidoarjo sehingga semakin banyak anak yang merasakan manfaatnya. Ia juga mendorong pengembangan sarana dan prasarana dengan memaksimalkan lahan yang ada agar dapat menampung lebih banyak anak untuk kegiatan belajar di luar kelas atau outing class, sehingga kegiatan tersebut dapat dilakukan di Sidoarjo tanpa harus ke luar kota, serta tetap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, menilai Kampung Lali Gadget sejalan dengan program pendidikan yang menekankan penguatan karakter dan pengembangan kreativitas anak. Ia menyebut destinasi Outdoor Learning (ODL) seperti di Kampung Lali Gadget relevan dengan arah kebijakan pendidikan saat ini, khususnya dalam membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial anak.
Netti menambahkan, konsep tersebut dapat menjadi model pembelajaran kontekstual di luar kelas, terutama untuk jenjang PAUD/TK dan SD. Ia juga menekankan pembelajaran tidak hanya dilakukan di luar sekolah, tetapi dapat diterapkan di lingkungan sekolah dengan memaksimalkan sarana yang tersedia.