SIDOARJO — Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS), mengapresiasi pengelola Kampung Lali Gadget di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Ia mendorong kawasan tersebut dikembangkan menjadi pusat edukasi sekaligus pelestarian budaya permainan tradisional.
Menurut BHS, Kampung Lali Gadget dapat menjadi alternatif ruang belajar anak di tengah maraknya penggunaan gawai. Ia juga mengapresiasi Irfandi selaku pengelola yang dinilai konsisten memberikan edukasi kepada generasi muda agar tidak terus-menerus bermain gadget dan dapat menikmati permainan tradisional.
Saat meninjau lokasi pada Selasa (12/5/2026), BHS menilai pemanfaatan kawasan itu perlu diperluas dengan melibatkan sekolah-sekolah di seluruh wilayah Sidoarjo. Ia berharap desa-desa lain dan sekolah di Sidoarjo turut memanfaatkan fasilitas yang ada sebagai sarana pengenalan permainan tradisional.
“Anak-anak harus mengenal permainan tradisional sebagai bagian dari budaya. Saya juga akan mendorong dukungan fasilitas, termasuk melalui CSR, agar sarana permainan tradisional seperti egrang bisa terpenuhi,” ujar BHS.
Politisi dari daerah pemilihan Surabaya–Sidoarjo itu juga menekankan perlunya dukungan lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan, UMKM, hingga transportasi publik, agar akses menuju lokasi Kampung Lali Gadget semakin mudah.
Selain itu, BHS mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan pembelian lahan yang saat ini masih berstatus sewa. Menurutnya, jika lahan dimiliki pemerintah, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas sebagai ruang publik bagi masyarakat.
“Nanti akan saya sampaikan kepada Bupati agar bisa ditindaklanjuti. Kalau lahan ini dimiliki pemerintah, maka manfaatnya bisa lebih luas untuk masyarakat,” kata BHS.
Sementara itu, Irfandi menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan BHS. Ia berharap dukungan tersebut dapat mempercepat pengembangan kawasan sebagai pusat edukasi dan budaya.
“Saya sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian Pak BHS. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan tempat ini,” ujarnya.
Ke depan, Kampung Lali Gadget diharapkan menjadi pusat kegiatan budaya, termasuk pertunjukan seni tradisional dan edukasi berbasis kearifan lokal.
Camat Wonoayu, Anwar, menambahkan bahwa dukungan pengembangan diharapkan tidak hanya terfokus di satu titik, tetapi juga menjangkau wilayah lain. Ia juga berharap Kampung Lali Gadget dapat menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.