Pabrikan asal Jerman, Volla, merilis Volla Phone Quintus, ponsel yang menawarkan pendekatan berbeda dibanding perangkat arus utama. Selain mengusung sistem operasi berbasis Linux, perangkat ini juga membawa desain yang mengingatkan pada era ponsel dengan baterai yang bisa dilepas-pasang.
Volla Phone Quintus menjalankan Volla OS berbasis Linux, dan juga disebut dapat menggunakan Ubuntu Touch. Dengan pendekatan ini, perangkat diklaim tidak mengandalkan layanan pelacakan Google maupun mekanisme iklan yang menyertai ekosistem tertentu. Volla turut menyebut pengguna masih dapat menjalankan aplikasi Android melalui emulator.
Salah satu fitur yang paling menonjol adalah baterai yang bisa diganti sendiri tanpa obeng. Pengguna dapat membuka bagian belakang ponsel untuk melepas dan mengganti baterai, sehingga memungkinkan penggunaan baterai cadangan saat diperlukan, misalnya ketika bepergian atau saat pemakaian intensif.
Dari sisi desain, Volla Phone Quintus disebut memiliki bodi tebal dan kokoh dengan konsep “rugged” yang ditujukan untuk penggunaan di kondisi lebih menantang. Karakter ini membuatnya diposisikan sebagai perangkat yang mengutamakan ketahanan fisik.
Di luar aspek privasi dan desain, Volla menyebut spesifikasi perangkat ini tetap kompetitif, termasuk layar yang jernih, kamera beresolusi tinggi, serta dukungan konektivitas 5G.
“Kami ingin memberikan pengguna kendali penuh atas perangkat dan data mereka, tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari,” ungkap tim di balik Volla Phone.