BERITA TERKINI
Vietnam Dorong Transisi IPv6-Only, Klaim Perkuat Infrastruktur Digital dan Keamanan Jaringan

Vietnam Dorong Transisi IPv6-Only, Klaim Perkuat Infrastruktur Digital dan Keamanan Jaringan

HANOI — Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam menyoroti arah kebijakan menuju transisi penuh ke jaringan berbasis IPv6 saja (IPv6-only) dalam konferensi pers bulanan untuk Maret yang digelar pada 1 April 2026 di Hanoi. Konferensi pers tersebut dipimpin Wakil Menteri Bui Hoang Phuong dan membahas dampak transisi terhadap infrastruktur digital nasional serta layanan teknologi pada masa mendatang.

Wakil Direktur Pusat Internet Vietnam, Tran Thi Thu Hien, menyatakan salah satu manfaat utama IPv6 adalah mengatasi penipisan alamat IPv4 dan menyediakan ruang alamat yang hampir tak terbatas. Menurutnya, hal itu dipandang sebagai prasyarat untuk mewujudkan target “satu alamat digital untuk setiap warga negara, satu alamat digital untuk setiap perangkat”.

Hien menekankan, peralihan ke IPv6-only bukan sekadar perubahan teknis, melainkan langkah strategis untuk membangun infrastruktur digital yang modern, aman, dan efisien sesuai Keputusan 3369/QD-BKHCN.

Dari sisi arsitektur jaringan, model IPv6-only disebut dapat membentuk jaringan yang lebih datar dengan menghilangkan lapisan perantara seperti NAT yang dinilai dapat mempersulit pengelolaan dan memengaruhi kinerja. Dengan koneksi internet ujung-ke-ujung, transisi ini dikaitkan dengan potensi penurunan latensi, peningkatan kecepatan akses, serta stabilitas sistem jaringan.

Dalam aspek keamanan, IPv6 disebut dirancang dengan mekanisme keamanan bawaan yang memungkinkan identifikasi perangkat lebih akurat. Kemampuan tersebut dinilai dapat mendukung tata kelola dan pencegahan serangan siber di ruang digital.

Hien juga menyebut IPv6 menjadi fondasi penting bagi pengembangan Internet of Things (IoT) karena memungkinkan miliaran perangkat—mulai dari sensor hingga mesin pabrik atau sistem kota pintar—terhubung langsung satu sama lain. Konektivitas ini dinilai mendukung otomasi dan pemantauan proses produksi secara real-time dengan latensi rendah.

Pusat Internet Vietnam menilai infrastruktur internet yang “lebih besar dan lebih cepat” dapat mendorong inovasi di berbagai bidang, termasuk kendaraan otonom, telemedisin, realitas virtual/augmented, serta aplikasi kecerdasan buatan yang membutuhkan bandwidth tinggi dan koneksi stabil.

Di tingkat industri, penerapan peta jalan transisi IPv6-only secara nasional disebut memberi arah bagi perusahaan teknologi untuk menyusun strategi investasi jangka panjang pada produk dan solusi yang kompatibel dengan IPv6, sekaligus membatasi risiko keusangan teknologi.

Bagi pengguna, transisi ini diharapkan menghadirkan pengalaman layanan digital yang lebih nyaman dan aman. Berkurangnya ketergantungan pada IPv4 juga disebut dapat membantu operator jaringan mengoptimalkan biaya operasional, yang pada akhirnya berpotensi memberi manfaat ekonomi secara tidak langsung bagi pengguna.

Berdasarkan data yang dipublikasikan, tingkat adopsi IPv6 di Vietnam per Desember 2025 mencapai 67,68% dan menempatkan negara itu di peringkat ketujuh dunia. Capaian tersebut dipandang sebagai fondasi untuk melangkah menuju penerapan IPv6 yang lebih luas.

Program transisi IPv6-only periode 2026–2030 disetujui melalui Keputusan 3369/QD-BKHCN tertanggal 27 Oktober 2025. Pemerintah Vietnam menyatakan langkah ini menunjukkan tekad untuk tidak hanya mengikuti, tetapi juga mengantisipasi tren teknologi canggih global, sekaligus mendorong penguatan infrastruktur digital dan daya saing nasional di era digital.