BERITA TERKINI
UT Gelar GALERI PTJJ dan UIGM National Meeting 2025, Dorong Kolaborasi Riset dan Kampus Berkelanjutan

UT Gelar GALERI PTJJ dan UIGM National Meeting 2025, Dorong Kolaborasi Riset dan Kampus Berkelanjutan

Tangerang Selatan—Universitas Terbuka (UT) menggelar Gelar Hasil Riset dan Inovasi Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (GALERI PTJJ) serta UI Green Metric (UIGM) National Meeting 2025 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Selasa (24/09). Acara ini dihadiri Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, yang mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Mengusung tema “Change Perspective of Higher Education Towards Innovation and Sustainable Campus”, forum tersebut menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pemanfaatan hasil riset dan inovasi, sekaligus memperkuat hilirisasi serta pengembangan kampus berkelanjutan. Melalui UIGM National Meeting, para pimpinan perguruan tinggi juga berdiskusi untuk merumuskan perspektif baru dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Dalam sambutannya, Fauzan menekankan pentingnya investasi pada ilmu pengetahuan sebagai penggerak ekonomi. Ia mengutip Benjamin Franklin bahwa investasi dalam pengetahuan memberi keuntungan terbaik, seraya menegaskan ilmu pengetahuan tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi ketika riset dan inovasi ditransformasikan menjadi solusi nyata.

Fauzan menambahkan, kolaborasi dan kemitraan menjadi kunci untuk memperkokoh ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi agar semakin berdampak.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, turut menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang mengubah berbagai sektor. Menurutnya, inovasi berbasis AI perlu disikapi dengan pola pikir positif dan dijadikan mitra untuk memecahkan persoalan, sementara perguruan tinggi memiliki peran strategis mendorong riset dan inovasi sejalan dengan agenda transformasi digital Indonesia.

Nezar juga menekankan bahwa inovasi AI dari dunia pendidikan tinggi perlu berlandaskan etika dan nilai kemanusiaan agar memberi kontribusi nyata. Ia menilai peran tersebut penting untuk menghadapi tantangan abad ke-21 serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dari pihak tuan rumah, Rektor Universitas Terbuka yang diwakili Pelaksana Tugas Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, Kerjasama dan Bisnis, Rahmat Budiman, menyampaikan UT merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan strategis tersebut. Ia menyebut forum ini menampilkan hasil riset dan memperkuat semangat inovasi dengan tema yang relevan bagi peran perguruan tinggi sebagai pusat ilmu dan agen perubahan menuju keberlanjutan.

Rahmat juga menegaskan tanggung jawab UT untuk menghadirkan akses pendidikan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh Indonesia maupun mancanegara. Komitmen itu, kata dia, sejalan dengan agenda global SDGs, khususnya pilar pendidikan berkualitas, inovasi, dan keberlanjutan.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka, Dewi Artati Padmo Putri, menilai kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi. Ia menyampaikan kampus berkelanjutan tidak hanya terkait infrastruktur ramah lingkungan, tetapi juga semangat inovasi yang berdampak bagi manusia dan alam. Dewi berharap pertemuan ini dapat menjadi ruang belajar sekaligus mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap isu keberlanjutan, serta mendorong kolaborasi nyata antara universitas, pemerintah, dan media melalui program konkret.

Sementara itu, Ketua UI Green Metric sekaligus penyelenggara acara, Vishnu Juwono, menyebut pertemuan nasional ini sebagai ajang berbagi pengetahuan. Melalui UI Green Metric, ia mengatakan pihaknya mengajak perguruan tinggi di Indonesia dan dunia untuk berpartisipasi dalam gerakan kampus berkelanjutan, sekaligus mendorong universitas memperoleh wawasan dan belajar dari inovasi Universitas Terbuka sebagai tuan rumah.

Melalui rangkaian forum tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berharap diskusi serta kolaborasi yang terbangun dalam GALERI PTJJ dan UIGM National Meeting 2025 dapat menjadi pijakan bagi perguruan tinggi untuk memperkuat perannya sebagai pusat riset, inovasi, dan keberlanjutan.