BERITA TERKINI
UNUGIRI Terima Kunjungan Mahasiswa UMPSA, Bahas Kolaborasi AI dan Inovasi Berbasis SDGs 9

UNUGIRI Terima Kunjungan Mahasiswa UMPSA, Bahas Kolaborasi AI dan Inovasi Berbasis SDGs 9

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) menerima kunjungan mahasiswa Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) dalam rangka International Student Mobility Program, Senin (23/2/2026). Pertemuan lintas negara yang berlangsung di Gedung Santoso Hardjosoewito itu menjadi forum akademik bertema pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan inovasi teknologi yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang Industry, Innovation, and Infrastructure.

Dalam sesi akademik, mahasiswa UMPSA mengikuti materi bertajuk AI Education: “Bagaimana Teknologi & Inovasi Berkembang”. Materi tersebut membahas perjalanan teknologi dari tahap riset hingga implementasi di dunia industri, sekaligus menekankan pentingnya penguatan infrastruktur digital dan inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing global.

Diskusi berlangsung interaktif dengan keterlibatan mahasiswa UNUGIRI dan UMPSA. Sejumlah isu dibahas, mulai dari transformasi digital, peluang riset kolaboratif, hingga tantangan pengembangan AI dalam konteks negara yang berbeda.

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, Saifuddin Idris, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UMPSA menjadikan UNUGIRI sebagai mitra mobilitas internasional. Ia menilai program tersebut menunjukkan kolaborasi global dapat dibangun dari daerah selama ada komitmen menjaga kualitas akademik. Saifuddin juga menegaskan internasionalisasi kampus tidak hanya memperluas jejaring, tetapi memperkuat mutu pendidikan tanpa meninggalkan karakter institusi.

Direktur Kerjasama, Riset, dan Inovasi UNUGIRI, Lisa Aminatul M., menyebut student mobility sebagai pintu masuk kerja sama akademik yang lebih strategis. Menurutnya, pertukaran tidak berhenti pada kunjungan, tetapi mencakup pertukaran gagasan, metodologi, serta peluang riset dan pengabdian. Ia melihat potensi pengembangan joint research, publikasi internasional, dan inovasi teknologi bersama sebagai tindak lanjut program.

Pendamping mahasiswa UMPSA, Nor Azlina Binti Rahmat, turut mengapresiasi kesempatan belajar di UNUGIRI. Ia menyebut program tersebut bermanfaat karena mahasiswa dapat mempelajari AI dan inovasi teknologi sambil memahami konteks lokal, sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman akademik melalui pertemuan lintas negara.

Materi disampaikan oleh dosen Teknik Informatika UNUGIRI yang juga Kepala Bidang Riset dan Inovasi Direktorat Kerjasama, Riset, dan Inovasi (DKRI), Ifnu Wisma Dwi Prastya, bersama Ketua Program Studi Teknik Informatika, Mula Agung Barata. Keduanya merupakan Fasilitator Koding dan AI Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (KEMENDIKDASMEN).

Ifnu menekankan pentingnya arah pengembangan AI agar mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menyatakan AI berperan besar dalam transformasi industri dan perguruan tinggi perlu menjadi pusat lahirnya inovasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian SDGs 9. Sementara itu, Mula menilai kolaborasi lintas negara melalui student mobility memberi pengalaman akademik yang berbeda dan memperluas jejaring untuk kerja sama riset di masa depan.

Program ini menjadi bagian dari upaya UNUGIRI membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Melalui pertukaran mahasiswa, diskusi akademik, serta penguatan riset inovasi, UNUGIRI dan UMPSA diharapkan dapat merintis kerja sama berkelanjutan di bidang teknologi dan pendidikan.