Penguatan budaya riset dinilai menjadi faktor kunci bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. Konsistensi dalam menghasilkan publikasi ilmiah, inovasi, serta dampak sosial kini menjadi indikator penting dalam berbagai pemeringkatan internasional.
Universitas Mercu Buana mencatat capaian dalam SCImago Institutions Rankings 2026. Kampus ini menempati peringkat ke-2 perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di Jakarta serta peringkat ke-14 PTS terbaik di Indonesia.
Rektor Universitas Mercu Buana, Andi Adriansyah, menyatakan capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi institusi dalam mendorong produktivitas dan kualitas riset di lingkungan kampus.
“Penguatan budaya riset menjadi fokus utama kami dalam beberapa tahun terakhir. Kami mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menghasilkan publikasi ilmiah serta inovasi yang berdampak,” ujarnya.
SCImago Institutions Rankings merupakan pemeringkatan global yang menilai kinerja perguruan tinggi berdasarkan tiga indikator utama, yaitu kinerja penelitian (research), inovasi (innovation), dan dampak sosial (societal impact).
Penilaian riset mengacu pada publikasi ilmiah yang terindeks di Scopus. Sementara itu, aspek inovasi dan dampak sosial diukur melalui paten serta visibilitas institusi di ruang digital.
Bagi perguruan tinggi, pemeringkatan ini menjadi instrumen untuk mengukur daya saing riset di tingkat global. Posisi dalam daftar tersebut juga berpengaruh terhadap peluang kolaborasi internasional, akses pendanaan penelitian, serta penguatan reputasi akademik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Mercu Buana memperkuat ekosistem riset melalui peningkatan jumlah publikasi internasional, pengembangan kolaborasi lintas negara, serta hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.