BERITA TERKINI
Unisma Peringkat 51 Nasional Versi Scimago, Rektor Sebut Jadi Indikator Pengakuan Global

Unisma Peringkat 51 Nasional Versi Scimago, Rektor Sebut Jadi Indikator Pengakuan Global

Universitas Islam Malang (Unisma) mencatat capaian baru dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) terbaru. Unisma menempati peringkat ke-51 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dari ribuan perguruan tinggi negeri dan swasta.

Rektor Unisma Prof Drs Junaidi Mistar PhD mengatakan, posisi tersebut menjadi indikator pengakuan internasional terhadap kualitas akademik dan kontribusi ilmiah sivitas akademika Unisma. Menurutnya, pemeringkatan Scimago merupakan salah satu rujukan global karena berbasis data publikasi ilmiah yang terindeks Scopus.

“Scimago itu lembaga yang menginformasikan kepada publik terkait jurnal-jurnal yang diindeks oleh Scopus. Biasanya jika seseorang ingin mengetahui apakah sebuah jurnal terindeks Scopus atau tidak, salah satu rujukan awalnya adalah Scimago,” ujar Junaidi, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, Scimago melakukan pemeringkatan institusi pendidikan tinggi dengan menitikberatkan pada kualitas kontribusi ilmiah, bukan sekadar popularitas. Dalam sistem penilaiannya, terdapat tiga indikator utama, yakni kinerja riset dengan bobot 50%, inovasi 30%, dan dampak sosial 20%.

Indikator kinerja riset mengukur produktivitas publikasi ilmiah, kualitas penelitian, serta pengaruh akademik perguruan tinggi. Sementara indikator inovasi berkaitan dengan kontribusi institusi dalam pengembangan teknologi dan inovasi berbasis penelitian. Adapun dampak sosial menilai sejauh mana aktivitas akademik memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Dengan jumlah sekitar 4.600 perguruan tinggi di Indonesia, Junaidi menyebut peringkat ke-51 menjadi capaian yang patut disyukuri sekaligus memacu peningkatan kualitas. “Dengan jumlah sekitar 4.600 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, Alhamdulillah Unisma berada pada posisi 51. Ini tentu capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas,” kata Junaidi.

Selain peringkat nasional, Unisma juga berada di posisi 10 perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan tersebut. Capaian ini sekaligus menempatkan Unisma sebagai perguruan tinggi terbaik di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) serta perguruan tinggi swasta dengan peringkat tertinggi di kawasan Malang Raya versi Scimago.

Junaidi menilai pemeringkatan internasional seperti Scimago menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat sejauh mana kualitas riset dan kontribusi ilmiah sebuah universitas diakui secara global. “Pemeringkatan ini menunjukkan bahwa kualitas riset, inovasi, dan kontribusi akademik yang dihasilkan oleh Unisma mendapatkan pengakuan di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut juga berdampak pada mahasiswa. Menurutnya, peningkatan kualitas riset dosen dan produktivitas publikasi ilmiah dapat berpengaruh pada kualitas pembelajaran, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan riset.

“Setiap capaian yang diraih oleh institusi pada akhirnya akan kembali kepada mahasiswa. Ketika kualitas dosen meningkat dan riset berkembang, maka kualitas pembelajaran juga ikut meningkat,” jelasnya.

Ke depan, Unisma menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan produktivitas riset, publikasi ilmiah internasional, serta kolaborasi akademik dengan berbagai institusi global. “Kami akan terus mendorong penguatan riset dan inovasi agar kontribusi ilmiah Unisma semakin luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Junaidi.