BERITA TERKINI
JAPFA Serahkan Hibah Ayam Petelur Free Range ke UGM untuk Penguatan Riset Kesejahteraan Hewan

JAPFA Serahkan Hibah Ayam Petelur Free Range ke UGM untuk Penguatan Riset Kesejahteraan Hewan

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kolaborasi pengembangan inovasi peternakan melalui serah terima hibah ayam petelur (layer) dengan sistem free range di Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT), Fakultas Peternakan UGM, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Inisiatif ini melanjutkan kemitraan jangka panjang JAPFA dan UGM yang telah berlangsung sejak 2003. Sejumlah program kolaborasi sebelumnya mencakup pembangunan Teaching Farm Closed House pada 2017, hibah laboratorium pascapanen berkapasitas 20.000 ekor ayam per hari, serta pengembangan Closed House pada 2019 yang difokuskan untuk penelitian pakan mengikuti perbaikan genetika ayam guna mencapai efisiensi optimum. Pada tahap terbaru, kedua pihak mendorong penguatan sistem peternakan berbasis kesejahteraan hewan melalui pendekatan free range.

COO Poultry Indonesia JAPFA, Arif Widjaja, mengatakan fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan sebagai unit produksi, tetapi juga sebagai “living laboratory” untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peternakan. Pada tahap awal, fasilitas ini menargetkan populasi 1.500 ayam petelur dengan potensi produksi sekitar 1.275 telur per hari. Menurutnya, kolaborasi ini juga ditujukan untuk mendorong inovasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya produk pangan yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Budi Guntoro, menyampaikan apresiasi atas kontribusi JAPFA dalam mendukung pengembangan akademik dan riset. Ia menyebut fasilitas layer free range sebagai pusat inovasi akademis yang dapat memberi manfaat bagi pendidikan dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktik terbaik kesejahteraan hewan. Budi juga menyampaikan Fakultas Peternakan UGM tengah mengembangkan tiga model kandang—cages, cage-free, dan free range—untuk pembelajaran mahasiswa dengan pendekatan automasi dan sistem.

Hibah ayam petelur free range ini ditujukan untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan di lingkungan akademik. Selain sebagai sarana produksi, fasilitas tersebut dirancang sebagai tempat penelitian untuk mengkaji metode pemeliharaan ayam yang dinilai paling efektif dan berkelanjutan.

Sistem free range yang diterapkan mengacu pada prinsip lima kebebasan hewan (Five Freedoms). Ayam mendapat akses ke area umbaran (outdoor) untuk mengekspresikan perilaku alami seperti bergerak bebas, berinteraksi, dan berjemur. Pada siang hari ayam dilepas di area terbuka, sementara malam hari kembali ke kandang utama untuk menjaga keamanan dari predator.

Dalam keterangan yang disampaikan, penerapan sistem ini telah banyak diadopsi di berbagai negara dan disebut memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental ayam serta kualitas telur. Akses terhadap pakan alami seperti serangga dan cacing di area umbaran juga disebut dapat berkontribusi pada peningkatan nilai nutrisi telur.

Kolaborasi ini juga dinilai membuka peluang pengembangan pasar telur premium di Indonesia seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap aspek kesehatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan hewan dalam proses produksi pangan. JAPFA menyatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan sebagai agribisnis terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyediaan protein hewani yang halal, aman, dan higienis, serta mendorong transformasi industri peternakan menuju praktik yang lebih berkelanjutan.