BERITA TERKINI
Unila Dukung Peluncuran Klinik Inovasi Pemprov Lampung untuk Perkuat Ekosistem Inovasi Daerah

Unila Dukung Peluncuran Klinik Inovasi Pemprov Lampung untuk Perkuat Ekosistem Inovasi Daerah

Universitas Lampung (Unila) menyatakan dukungan terhadap penguatan ekosistem inovasi daerah melalui partisipasinya dalam peluncuran Klinik Inovasi yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda). Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (11/3) di Kompleks Kantor Gubernur Lampung.

Kehadiran perguruan tinggi dalam peluncuran itu disebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan inovasi daerah berbasis riset sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan di Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung menilai Klinik Inovasi sebagai langkah strategis untuk mendorong lahirnya gagasan kreatif yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat daya saing daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan T.I.K. Unila, Prof. Ayi Ahadiat, hadir sebagai narasumber. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang melibatkan berbagai pihak.

Menurut Prof. Ayi, inovasi daerah tidak dapat berjalan secara parsial dan memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat. “Klinik inovasi daerah ini memang milik pemerintah daerah. Klinik ini diamanahkan untuk mengembangkan inovasi, sehingga setiap sektor seharusnya memiliki ruang untuk melahirkan inovasi sesuai bidangnya,” ujarnya.

Ia menilai perangkat daerah memiliki potensi besar untuk menciptakan inovasi, baik dalam peningkatan pelayanan publik maupun pengembangan sektor ekonomi daerah. Karena itu, inovasi perlu dikembangkan secara sistematis dengan dukungan riset, teknologi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Prof. Ayi juga menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan inovasi daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menyebut hasil penelitian di perguruan tinggi dapat menjadi inovasi apabila didorong hingga tahap hilirisasi. “Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi sebenarnya bisa menjadi inovasi jika didorong hingga tahap hilirisasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Provinsi Lampung, Yurnalis, yang mewakili Gubernur Lampung, menyampaikan bahwa perubahan global menuntut pemerintah daerah bekerja lebih adaptif, responsif, dan inovatif. Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Yurnalis menyampaikan, berdasarkan pengukuran Indeks Inovasi Daerah oleh Kementerian Dalam Negeri, Pemprov Lampung telah melaporkan 48 inovasi dengan skor kematangan 52,89 dan memperoleh predikat inovatif. Meski demikian, ia menekankan bahwa ukuran utama bukan pada jumlah inovasi atau predikat, melainkan dampak yang dirasakan masyarakat.

“Yang terpenting bukanlah predikatnya, tetapi apakah inovasi tersebut mempermudah pelayanan, mempercepat proses, menghemat anggaran, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Melalui peluncuran Klinik Inovasi, Pemprov Lampung berharap dapat membangun budaya kerja yang lebih kreatif, adaptif, dan berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan di Provinsi Lampung.