Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Korea Selatan, Solforto Co., Ltd., untuk memperkuat pengembangan rumput laut berkelanjutan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Ruang Senat Lantai 2 Rektorat Unhas, Kamis (16/4).
Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama delegasi Solforto Co., Ltd., Bongsoo Lim, Ph.D. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan perikanan budidaya, khususnya komoditas rumput laut yang dinilai memiliki potensi besar bagi ekonomi maritim Indonesia.
Dalam kerja sama tersebut, Unhas dan Solforto menempatkan penguatan Tridharma Perguruan Tinggi sebagai kerangka utama, melalui pengembangan riset aplikatif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta hilirisasi inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Fokus kolaborasi diarahkan pada sektor-sektor strategis yang disebut memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan dan penguatan ekonomi biru nasional.
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menekankan rumput laut merupakan komoditas strategis yang berperan dalam memperkuat ekonomi nasional, mendorong industri berbasis maritim, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Menurutnya, pengembangan sektor ini membutuhkan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri agar dapat tumbuh inovatif serta berdaya saing.
“Rumput laut memiliki potensi besar bagi masa depan Indonesia. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan riset, inovasi, dan teknologi yang dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan rumput laut dunia,” ujar Jamaluddin Jompa.
Bidang utama kerja sama meliputi pengembangan rumput laut berkelanjutan, ilmu akuakultur, serta bioteknologi kelautan. Bidang-bidang tersebut dinilai berprospek dalam meningkatkan produktivitas, mutu hasil budidaya, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya laut.
Selain aspek riset dan inovasi, kerja sama ini juga membuka peluang mobilitas akademik bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti. Skema yang disiapkan mencakup pertukaran mahasiswa untuk magang dan pelatihan riset, serta pertukaran tenaga ahli untuk memperkuat kapasitas keilmuan kedua pihak.
Dalam kesempatan yang sama, pihak Solforto menyampaikan bahwa Indonesia dan Korea Selatan telah lama menjalin hubungan dalam mendukung pengembangan sektor perikanan, antara lain melalui modernisasi fasilitas dan penguatan infrastruktur. Solforto berharap sinergi yang dibangun dapat meningkatkan daya saing industri rumput laut Indonesia di tingkat global.
Di luar penandatanganan MoU, Unhas juga menerima kunjungan National Institute of Fisheries Science (NIFS) Korea dalam program Fasilitasi Pembudidaya Rumput Laut Maluku Tenggara. Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Korea melalui skema Official Development Assistance (ODA).
Kegiatan program dilaksanakan di Kota Makassar dan Kabupaten Takalar. Unhas menjadi salah satu lokasi yang dipilih sebagai tempat pembelajaran pengembangan rumput laut berbasis riset, inovasi teknologi, serta pemberdayaan masyarakat.